Ilmu Peteranakan

cHaLiK

Senin, 30 Juli 2012

Kecerdasan (IQ EQ SQ)

KECERDASAN (IQ, EQ, SQ)

A.    PENGERTIAN KECERDASAN (IQ, EQ, SQ)
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lain. Akal merupakan kelebihan yang telah diberikan Tuhan kepada manusia. Dengan akal manusia mampu belajar, berfikir, memahami serta melakukan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akal yang dimiliki, seorang manusia mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yaitu memaksimalkan proses berfikir sehingga dapat dikatakan manusia yang dibekali kecerdasan yang luar biasa dibanding dengan makhluk Tuhan yang lain.
Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerusmempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks,melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus.
Kecerdasan ialah  istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.
Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Stenberg & Slater (1982) mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.
Orang sering kali menyamakan arti Kecerdasan dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Menurut David Wechsler, Kecerdasan adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan (inteligensi) adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. sedangkan IQ atau singkatan dari Intelligence Quotient , adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf  kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Intellgence Quotient (IQ) adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Jika IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik untuk lulus dari semua jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi dalam uji IQ.
Emosional Quotient (EQ) mempunyai dua arah dan dua dimensi, arah ke dalam (personal) berarti sebuah kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), dan hormat diri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery) dan arah keluar (interpersonal) berarti kemampuan memahami orang (to understand others), menerima orang (to accept others), mempercayai orang (to trust others), dan mempengaruhi orang (to influence others).
Spiritual Quotient (SQ) intinya adalah transendensi, yaitu proses penyeberangan, pelampauan, penembusan makna yang lazim, khususnya dari wilayah material ke wilayah spiritual, dan dari bentuk yang kasar ke bentuk yang sublime. Dalam hal ini hidup bukan semata-mata untuk memperoleh materi semata akan tetapi harus betul-betul dihayati sebagai serangkaian amal bagi sesama manusia dan beribadah kepada Tuhan. Sehingga tidak cukup jika kita hanya mengandalkan kecerdasan intelegensi dan emosional saja. Mempertebal iman dan taqwa kita akan membangun budi dan akhlak mulia sehingga segala sesuatu yang kita lakukan semata-mata mohon perkenan dan ridho Tuhan, sehingga apa yang kita kerjakan akan terasa bermakna, nikmat, dan kita lakukan penuh dengan suka cita, tanpa keterpaksaan belaka.
Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang lain dimarginalkan. Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap., perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Mereka memiliki kepribadian yang terbelah (split personality). Di mana tidak terjadi integrasi antara otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan.
a.        Kecerdasan IQ
Orang sering kali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secaraterarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secaraefektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatukemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Olehkarena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harusdisimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
sedangkan IQ atau singkatan dari Intelligence Quotient , adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorangsecara keseluruhan.
 Intelligence Quotient atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan manusia yang pertama kali diperkenalkan oleh Alferd Binet, ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Kemudian Lewis Ternman dari Universitas Stanford berusaha membakukan test IQ yang dikembangkan oleh Binet denganmengembangkan norma populasi, sehingga selanjutnya test IQ tersebut dikenal sebagai test Stanford-Binet.
Pada masanya kecerdasan intelektual(IQ) merupakan kecerdasan tunggal dari setiap individu yang pada dasarnyahanya bertautan dengan aspek kognitif dari setiap masing-masing individutersebut. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.Inti kecerdasan intelektual ialah aktifitas otak.
Otak adalah organluar biasa dalam diri kita. Beratnya hanya sekitar 1,5 Kg atau kurang lebih 5% dari total berat badan kita. Namun demikian, benda kecil inimengkonsumsi lebih dari 30 persen seluruh cadangan kalori yang tersimpan di dalam tubuh. Otak memiliki 10 sampai 15 triliun sel saraf dan masing-masing sel saraf mempunyai ribuan sambungan. Otak satu-satunya organ yang terus berkembang sepanjang itu terus diaktifkan. Kapasitas memori otak yang sebanyak itu hanya digunakan sekitar 4-5 % dan untuk orang jenius memakainya 5-6 %. Sampai sekarang para ilmuan belum memahami penggunaan sisa memori sekitar 94 %. Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh IQ (Intellegentia Quotient ) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar.
Menurut penyelidikan, IQ atau daya tangkapseseorang mulai dapat ditentukan sekitar umur 3 tahun. Daya tangkap sangatdipengaruhi oleh garis keturunan (genetic) yang dibawanya dari keluargaayah dan ibu di samping faktor gizi makanan yang cukup. IQ atau daya tangkap ini dianggap takkan berubah sampai seseorangdewasa, kecuali bila ada sebab kemunduran fungsi otak seperti penuaan dankecelakaan. IQ yang tinggi memudahkan seorang murid belajar danmemahami berbagai ilmu.
Daya tangkap yang kurang merupakan penyebabkesulitan belajar pada seorang murid, disamping faktor lain, sepertigangguan fisik (demam, lemah, sakit-sakitan) dan gangguan emosional.Awal untuk melihat IQ seorang anak adalah pada saat ia mulai berkata-kata.Ada hubungan langsung antara kemampuan bahasa si anak dengan IQ-nya.
Apabila seorang anak dengan IQ tinggi masuk sekolah, penguasaan bahasanya akan cepat dan banyak.Rumus kecerdasan umum, atau IQ yang ditetapkan oleh parailmuwan adalah :
Usia Mental Anak  x 100 = IQUsia Sesungguhnya
Contoh : Misalnya anak pada usia 3 tahun telah punya kecerdasan anak-anak yang rata-rata baru bisa berbicara seperti itu pada usia 4tahun. Inilah yang disebut dengan Usia Mental. Berarti IQ sianak adalah 4/3 x 100 = 133.Interpretasi atau penafsiran dari IQ adalah sebagai berikut :
Untitled.jpg

b.      Kecerdasan Emosional (EQ)
EQ adalah istilah baru yang dipopulerkan oleh Daniel Golleman. Berdasarkan hasil penelitian para neurolog dan psikolog, Goleman (1995) berkesimpulan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi pikiran, yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional. Pikiran rasional digerakkan oleh kemampuan intelektual atau “ Intelligence Quotient ” (IQ), sedangkan pikiranemosional digerakkan oleh emosi.
Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanyasekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional. Dari nama teknis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengangkatfungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.
Kecerdasan emosional dapat diartikan dengan kemampuan untuk “menjinakkan” emosi dan mengarahkannya ke pada hal-hal yang lebih positif. Seorang yang mampu mensinergikan potensi intelektual dan potensiemosionalnya berpeluang menjadi manusia-manusia utama dilihat dari berbagai segi.
Hubungan antara otak dan emosi mempunyai kaitan yang sangat erat secara fungsional. Antara satu dengan lainnya saling menentukan. Otak  berfikir harus tumbuh dari wilayah otak emosional. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa kecerdasan emosional hanya bisa aktif didalam diri yang memiliki kecerdasan intelektual.
Beberapa pengertian EQ yang lain, yaitu : Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, danmengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan denganorang lain (Golleman, 1999). Emosi adalah perasaan yang dialami individusebagai reaksi terhadap rangsang yang berasal dari dirinya sendiri maupundari orang lain. Emosi tersebut beragam, namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti; marah, takut, sedih, gembira, kasih sayangdan takjub (Santrock, 1994).
Kemampuan mengenal emosi diri adalah kemampuan menyadari perasaan sendiri pada saat perasaan itu muncul dari saat-kesaat sehinggamampu memahami dirinya, dan mengendalikan dirinya, dan mampumembuat keputusan yang bijaksana sehingga tidak ‘diperbudak’ olehemosinya.
Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan menyelaraskan perasaan (emosi) dengan lingkungannnya sehingga dapat memeliharaharmoni kehidupan individunya dengan lingkungannya/orang lain.
Kemampuan mengenal emosi orang lain yaitu kemampuanmemahami emosi orang lain (empaty) serta mampu mengkomunikasikan pemahaman tersebut kepada orang lain yang dimaksud.
Kemampuan memotivasi diri merupakan kemampuan mendorongdan mengarahkan segala daya upaya dirinya bagi pencapaian tujuan,keinginan dan cita-citanya. Peran memotivasi diri yang terdiri atasantusiasme dan keyakinan pada diri seseorang akan sangat produktif danefektif dalam segala aktifitasnya.
Kemampuan mengembangkan hubungan adalah kemampuanmengelola emosi orang lain atau emosi diri yang timbul akibat rangsang dariluar dirinya. Kemampuan ini akan membantu individu dalam menjalinhubungan dengan orang lain secara memuaskan dan mampu berfikir secararasional (IQ) serta mampu keluar dari tekanan (stress).
Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah bersosialisasi, mampumembuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen.Makanya, orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunyadengan lebih baik.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahamidan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Untuk pemilik EQ yang baik, baginya infomasi tidak hanyadidapat lewat panca indra semata, tetapi ada sumber yang lain, dari dalamdirinya sendiri yakni suara hati. Malahan sumber infomasi yang disebutterakhir akan menyaring dan memilah informasi yang didapat dari pancaindra.
Substansi dari kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakandan memahami untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yangEQ-nya baik, dapat memahami perasaan orang lain, dapat membaca yangtersurat dan yang tersirat, dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal.Semua pemahaman tersebut akan menuntunnya agar bersikap sesuai dengankebutuhan dan tuntutan lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yangEQ-nya baik, sekaligus kehidupan sosialnya juga baik. Tidak lain karenaorang tersebut dapat merespon tuntutan lingkungannya dengan tepat .
Di samping itu, kecerdasan emosional mengajarkan tentangintegritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mentalkebijaksanaan dan penguasaan diri. Oleh karena itu EQ mengajarkan bagaimana manusia bersikap terhadap dirinya ( intra personal ) seperti self awamess (percaya diri),  self motivation (memotivasi diri),  self regulation (mengatur diri), dan terhadap orang lain (interpersonal) seperti empathy, kemampuan memahami orang lain dan social skill yang memungkinkansetiap orang dapat mengelola konflik dengan orang lain secara baik .
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengendalikanemosinya saat menghadapi situasi yang menyenangkan maupunmenyakitkan. Mantan Presiden Soeharto dan Akbar Tandjung adalah contohorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, mampu mengendalikan emosinya dalam berkomunikasi.
Dalam bahasa agama , EQ adalah kepiawaian menjalin "hablun minal-naas". Pusat dari EQ adalah "qalbu" . Hati mengaktifkan nilai-nilai yang paling dalam, mengubah sesuatu yang dipikirkan menjadi sesuatu yangdijalani. Hati dapat mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh otak. Hati adalah sumber keberanian dan semangat , integritas dan komitmen. Hati merupakan sumber energi dan perasaan terdalam yang memberidorongan untuk belajar, menciptakan kerja sama, memimpin dan melayani.
c.       Kecerdasan Spiritual (SQ)
Selain IQ, dan EQ, di beberapa tahun terakhir juga berkembangkecerdasan spiritual (SQ =Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti darisegala intelejensia.
Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalahkaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akanmembawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karenaadanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensidalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan jugaada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensiaspiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dankeluarga, dan tentu saja dengan Sang Maha Pencipta.
Denah Zohar dan Ian Marshall juga mendefinisikan kecerdasanspiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value,yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteksmakna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakanatau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagailandasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif.Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita. Dari pernyataantersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan, karenadiperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya.
Jadi seharusnya IQ, EQ dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa-raga yang penuhkeseimbangan. Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat sebuah model ESQyang merupakan sebuah keseimbangan Body (Fisik), Mind (Psikis) andSoul (Spiritual).
Selain itu menurut Danah Zohar & Ian Marshall:SQ the ultimateintelligence : 2001, IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritualquotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’Kecerdasan spiritual ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dankepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini.
Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi olehkepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi terkapling-kaplingsedemikian rupa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber-SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidupdengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, iamampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakanyang positif.
Mengenalkan SQ Pengetahuan dasar yang perlu dipahami adalah SQ tidak mesti berhubungan dengan agama. Kecerdasan spiritual (SQ) adalahkecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinyasecara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikutinilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.
B.     PERAN IQ, EQ, SQ
a.        Peran IQ
Kecerdasan intelektual memiliki peranan penting dalam kehidupansetiap individu, karena IQ merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh otak manusia yang dapat melakukan beberpa kemampuan, seperti kemampuanmenalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahamigagasan, menggunakan bahasa, dan belajar serta mengambil keputusan danmenjalankan keputusan tersebut. Orang yang memiliki tingkat kecerdasanintelektual yang baik, baginya tidak ada informasi yang sulit, semuanyadapat disimpan dan diolah, untuk pada waktu yang dan pada saatdibutuhkan diolah dan diinformasikan kembali.
b.      Peran EQ
Sama seperti halnya IQ, EQ juga memiliki peranan penting dalamkehidupan setiap individu. Menurut Goleman bahwa EQ memilikikontribusi penting dalam kesuksesan seseorang, bahkan melebihi dari IQ.IQ mengangkat fungsi pikiran, sedangkan EQ mengangkat fungsi perasaan.Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakankeseimbangan dalam dirinya, dapat mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.
Dengan memiliki kecerdasan emosional yang bagus, setiap individumemiliki kemampuan untuk mengenal diri sendiri, kemampuan mengelolaemosi, kemampuan memotivasi diri, berhubungan dengan orang lain,kesadaran akan emosi orang lain (kemampuan mendengarkan, merasakanatau mengintuisikan perasaan orang lain dari kata, bahasa tubuh maupun petunjuk lain, serta kemampuan untuk menggunakan perasaan yang munculdari dalam.
Substansi dari kecerdasan emosionoal adalah kemampuan merasakandan memahami untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yangEQ-nya baik dapat memahami perasaan orang lain, dapat membaca yangtersurat dan tersirat, dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal. Semua pemahaman tersebut akan menuntun agar bersikap sesuai dengan kebutuhandan tuntunan lingkungannya.
Kecerdasan emosional mengajarkan tentangintegritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mentalkebijaksanaan dan penguasaan. Oleh karena itu, EQ mengajarkan bagaimana manusia bersikap terhadap dirinya dan terhadap orang lain, dankemampuan memahami orang lain yang memungkinkan setiap orang dapatmengelola konflik dengan orang lain secara baik.
c.       Peran SQ
Sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupunkecerdasan emosional, pada saat-saat tertentu melalui pertimbangan afektif,kognitif, dan konatifnya, manusia akan meyakini dan menerima tanpakeraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agungyang melebihi apapun, termasuk dirinya.
Menurut Danah Zohar, bahwa IQ bekerja untuk melihat keluar (mata pikiran)dan EQ bekerja mengolah yangdi dalam (telinga perasaan), maka SQ menunjuk pada kondisi pusat diri.Orang yang ber-SQ tinggi memaknai penderitaan hidup dengan memberimakna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yangdialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, seseorang mampumembangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif.
Kecerdasan spiritual (SQ) menyadarkan seseorang akan tujuan hidupdan pemaknaan kehidupan yang dijalaninya. Bahwa hidup memiliki arahdan tujuan hidup, bahwa setiap kehidupan memiliki pemaknaan yang tidak sekedar makna-makna yang bersifat duniawi. Kecerdasan ini menjadi pedoman, arah dan tujuan hidup untuk menjalani kehidupan.
C.    HUBUNGAN ANTARA IQ, EQ, DAN SQ
Pendidikan selama ini, terlalu menekankan arti penting nilaiakademik, kecerdasan otak atau IQ saja. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi, jarang sekali ditemukan pendidikan tentangkecerdasan emosi yang mengajarkan tentang integritas, kejujuran,komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan, prinsip kepercayaan, penguasaan diri atau sinergi, padahal justru inilah halyang terpenting.
Berkat kecerdasan intelektualnya, memang manusia telahmampu menjelajah ke bulan dan luar angkasa, menciptakan alat-alatteknologi informasi dan transportasi yang menjadikan dunia terasa lebihdekat dan semakin transparan, menciptakan bom nuklir serta sesuatu-sesuatu yang canggih lainnya.
Namun bersama itu pula kerusakan yangmenuja kehancuran total sudah mulai nampak. Lingkungan alam merasa terusik dan tidak bersahabat lagi. Lapisan ozon yang semakin menipis telahmenyebabkan terjadinya pemanasan global, banyaknya bencana alam, penyakit-penyakit yang mematikan mulai bermunculan, bahkan tatanansosial ekonomi menjadi kacau balau karena sikap dan perilaku manusia itusendiri.
Manusia telah berhasil menciptakan “raksasa-raksasa teknologi”yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan hidup manusia itusendiri. Namun dibalik itu, ciptaan-ciptaan tersebut telah bersiap-siap untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri. Kecerdasan intelektual yangtidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya,tampak hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagikehidupan dirinya maupun umat manusia.Kesuksesan manusia dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu IQ (aspek kecerdasan), EQ (aspek emosi), dan SQ (aspek relegius).
Jika salah satutidak terpenuhi, maka keberhasilan itu diragukan. Apabila tidak terjadiintegrasi antara otak dan hati, kondisi ini pada suatu saat akan menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan. Hal ini telahmenyadarkan para pakar bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan o eh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
D.    KECERDASAN ITU ANUGERAH
Tuhan menjadikan manusia mempunyai sifat batin yang berbeda-beda antara satu  sama lain. Ada tiga jenis sifat atau kekuatan batin yang menonjol yang merupakan sifat manusia yang berbeda-beda itu. Diantaranya ialah: Kekuatan akal, Kekuatan perasaan dan Kekuatan jiwa. Dalam istilah moderennya, dinamakan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Namun tidak semua orang ataupun para pendidik yang benar-benar faham tentang ketiga-tiga kekuatan ini dan bagaimana untuk mengendalikannya.
Setiap orang mempunyai salah satu dari kekuatan diatas. Jarang ada manusia yang memiliki kekuatan tersebut sekali gus kecuali para Nabi dan para Rasul. Orang yang mempunyai kekuatan akal selalunya kurang mempunyai kekuatan jiwa dan kekuatan perasaan. Seterusnya, sesiapa yang mempuyai kekuatan jiwa, maka dia kurang mempunyai kekuatan akal dan kekuatan perasaan. Kalau seseorang itu mempunyai kekuatan perasaan pula maka kekuatan jiwanya dan kekuatan akalnya pula kurang.
Sifat, watak dan bakat seseorang itu bergantung kepada kekuatan batin yang ada padanya. Inilah sebab utama dan terbesar mengapa berlaku perbedaan sifat, watak dan bakat antara seseorang dengan orang lain.
Inilah diantara hikmah dan rahmat Tuhan dalam penciptaan manusia. Sifat, bakat, minat dan kecenderungan manusia itu tidak sama dan berbeda-beda mengikut sifat dan kekuatan batinnya. Ini sesuai denga keperluan masyarakat itu sendiri yang tidak sama dan berbeda-beda. Yang kuat jiwa suka dan berbakat menjadi polisi, tentera, bertani, penternak dan nelayan. Yang kuat akal berbakat menjadi guru, saint, doktor, teknokrat. Yang kuat perasaan berbakat menjadi ahli seni, pekerja media, sasterawan dan sebagainya.
Memang benar bahawa system pendidikan sekarang amat lemah dan mementingkan kekuatan akal atau IQ semata-mata. Tidak ada tempat dan ruang untuk pelajar yang kuat jiwa dan kuat perasaan atau dalam istilah lain yang kuat SQ dan EQnya. Oleh itu mereka ini terpinggir dalam system yang hanya mementingkan IQ semata-mata. System ini tidak relevan bagi mereka. Tidak heran kalau mereka ini rusak dan hanyut karana tidak dapat menyesuaikan diri dengan system yang ada. Mereka di asah dan diuji untuk menghasilkan kerja akal padahal kekuatan mereka bukan terletak disitu. Dalam hal-hal yang mereka minati dan mampu berdasarkan kekuatan perasaan dan jiwa mereka tidak pernah dibina. Kesannya ialah tekanan perasaan, kekecewaan, putus asa dan kekeliruan. Maka berlakulah tindak balas dendam sebagai manifestasi kepada kekecewaan, tekanan perasaan, putus asa dan kekeliruan ini. Yang kuat jiwa mengganas, memberontak dan melanggar disiplin dan peraturan. Yang kuat perasaan pula mendongkol, murung, merasa inferiority complex, putus asa dan sakit jiwa.
Didalam setiap kekuatan batin yang disebutkan diatas, ada kebaikan dan ada pula keburukannya. Yang baik akan memberi faedah. Yang buruk pula akan membawa kerugian. Sifat-sifat baik dan buruk ini adalah seperti berikut:
a.       Kekuatan Akal
Orang yang kuat akal mempunyai keupayaan berfikir. Melalui pemikirannya itu, dia dapat membuat berbagai-bagai penemuan dan teori. Dia juga mudah faham dan mudah mengingati ilmu-ilmu yang dipelajarinya bahkan dia mampu mengambil ilmu yang tersirat dan yang tersembunyi. Dia juga sangat berhati-hati supaya hasil kerja akalnya tidak salah.
Kelemahannya, orang yang kuat akal selalu asyik-mahsyuk dengan kerja akalnya sehingga dia selalu terlupa dan lalai dari tanggungjawapnya terhadap Tuhan, terhadap masyarakat, keluarga bahkan pada dirinya sendiri. Jiwanya penuh dengan rasa ego maupun sombong (rasa diri hebat).
b.      Kekuatan Perasaan
Orang yang kuat perasaan selalunya sangat berhati-hati dan tidak gopoh. Dia sangat bertimbang-rasa dan wataknya lemah lembut.
Namun keburukan sifat orang yang kuat perasaan ini ada banyak. Dia bakhil, mudah merajuk, mudah kecewa, suka menyendiri, rasa rendah diri dan tidak yakin pada diri sendiri. Dia juga mudah beralah, pemalu, penakut, tidak tahan diuji dan suka buruk sangka.
c.       Kekuatan Jiwa
Orang yang kuat jiwa pula berani, yakin pada diri, pemurah, tabah, tahan diuji dan tidak putus asa.
Keburukannya pula, dia selalu gopoh, boros (membazir), zalim (suka menindas), pemarah, sombong, pendendam dan ujub.
Dalam hendak mendidik para pelajar, kekuatan batin mereka harus dikenalpasti terlebih dahulu. Setiap guru dan pendidik mesti tahu dimana letaknya kekuatan batin setiap pelajar mereka. Adakah akalnya kuat, perasaannya atau adakah jiwanya yang kuat. Kemudian mereka perlu di didik mengikut kekuatan mereka masing-masing.
Setiap pelajar mempunyai sifat –sifat batin yang baik disamping sifat-sifat batin yang buruk. Tegasnya setiap pelajar mempunyai kelebihan dan keistimewaan dan juga kekurangan dan kelemahan yang tertentu bergantung kepada kekuatan batin yang ada padanya. Setiap sifat yang baik itu tidak akan sempurna selagi ianya tidak di pimpin dengan syariat Islam dan diarahkan kepada jalan Allah. Begitu juga, setiap sifat yang buruk itu boleh di didik hingga menjadi baik atau sekurang-kurangnya ia boleh dibendung agar ia tidak meliar.
Inilah yang perlu difahami oleh para guru dan pendidik dan semua yang terlibat dengan para pelajar disemua peringkat samada di peringkat sekolah, pendidikan daerah, pendidikan negeri dan kementerian sendiri. Kalau istilah pembelajaran itu berkaitan dengan ilmu, kemahiran dan akal, istilah pendidikan pula melibatkan pengurusan dan pengendalian sifat batin pelajar. Selagi perkara ini tidak difahami, tidak diambil kira dan tidak dijadikan konsep dan prinsip dalam mendidk, membimbing dan membentuk para pelajar, selagi itulah kita tidak akan dapat menghasilkan pelajar yang benar-benar cemerlang lahir dan batinnya.
E.     KESEIMBANGAN IQ, EQ DAN SQ DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Dalam rentang waktu dan sejarah yang panjang, manusia pernah sangat mengagungkan kemampuan otak dan daya nalar (IQ). Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang lain dimarginalkan. Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap., perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Mereka memiliki kepribadian yang terbelah (split personality). Di mana tidak terjadi integrasi antara otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan.
Fenomena tersebut telah menyadarkan para pakar bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tentunya ada yang salah dalam pola pembangunan SDM selama ini, yakni terlalu mengedepankan IQ, dengan mengabaikan EQ dan SQ. Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya diakhiri, di mana pendidikan harus diterapkan secara seimbang, dengan memperhatikan dan memberi penekanan yang sama kepada IQ, EQ dan SQ.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana konsep Islam tentang keseimbangan IQ, EQ dan SQ. Apakah Islam juga mengutamakan IQ semata atau sebaliknya memberi penekanan yang sama terhadap ketiga potensi tersebut. Makalah sederhana ini mencoba mendeskripsikan konsep Islam tentang keseimbangan IQ , EQ dan SQ.
a.        Ajaran Islam Tentang IQ, EQ dan SO
Selaku orang yang beriman, tidak perlu ada keraguan betapa komplit dan universalitas ajaran Islam . Petunjuk Ilahi begitu sempurna, rahmat bagi seluruh alam dan berlaku hingga akhir zaman. Tinggal lagi kemauan dan kepiawaian orang beriman untuk menggali dan mengemas prinsip-prinsip yang telah diletakkan oleh al-Qur'an dan al-Hadis untuk menjawab tema yang menjadi bahan diskusi saat ini.
Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta.1 Orang yang kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak ada informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan dan diolah, untuk pada waktu yang tepat dan pada saat dibutuhkan diolah dan diinformasikan kembali. Proses menerima , menyimpan, dan mengolah kembali informasi, (baik informasi yang didapat lewat pendengaran, penglihatan atau penciuman) biasa disebut "berfikir". Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia. Manusia memikirkan dirinya, orang-orang di sekitarnya dan alam semesta. Dengan daya pikirnya, manusia berupaya mensejahterakan diri dan kualitas kehidupannya. Pentingnya mendayagunakan akal sangat dianjurkan oleh Islam. Tidak terhitung banyaknya ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW yang mendorong manusia untuk selalu berfikir dan merenung. Redaksi al-Qur'an dan al-Hadis tentang berfikir atau mempergunakan akal cukup variatif. Ada yang dalam bentuk khabariah, insyaiyah, istifham inkary. Semuanya itu menunjukkan betapa Islam sangat concern terhadap kecerdasan intelektual manusia. Manusia tidak hanya disuruh memikirkan dirinya, tetapi juga dipanggil untuk memikirkan alam jagad raya. Dalam konteks Islam, memikirkan alam semesta akan mengantarkan manusia kepada kesadaran akan ke-Mahakuasaan Sang Pencipta (Allah SWT). Dari pemahaman inilah tumbuhnya Tauhid yang murni ."Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal" hendaknya dimaknai dalam konteks ini.
Sekedar contoh mari dilihat ayat-ayat berikut :
1.      Firman-Nya dalam al-Baqarah 164 sebagai berikut :
¨ 
Terjemahnya:  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih
bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Firman Allah tersebut mendorong manusia untuk memikirkan kejadian langit dan bumi, pergantian malam dengan siang, dan betapa air hujan mengubah tanah yang tandus menjadi hijau kembali.




2.      Firman Allah dalam Ar Ra’du sebagai berikut :
  
Terjemahnya : Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan,
dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Firman-Nya dalam ar-Ra'du  4 mengajak manusia untuk merenungkan betapa variatifnya bentuk, rasa dan warna tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, padahal berasal dari tanah yang sama.

3.      Firman Allah dalam An Nahl ayat 12 sebagai berikut :
 
Terjemahnya : Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan
untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (Nya),
Firman-Nya dalam an-Nahlu 12 mengimbau orang yang berfikir untuk memikirkan pergantian malam dengan siang dan perjalanan planet-planet yang kesemuanya itu bergerak dengan aturan Allah.



4.      Firman Allah salam Syurah Ar Rum ayat 24 sebagai berikut :
 
Terjemahnya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia
memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

Firman-Nya dalam ar-Rum 24 mengajak manusia untuk memikirkan proses turunnya hujan dan manfaat air hujan bagi kehidupan di muka bumi.
5.      Teori "Big Bang" disebut al-Qur'an dalam al-Anbiyaa':30, sebagai berikut :

Terjemahnya : Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?

Teori "Nebula" (1 C': milyar galaksi) dalam ar-Rahman :38, thawaf alam semesta dalam al-Israa:44, dan "Black Hole"dengan gravitasinya yang sangat kuat, menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya , dalam Yasin 38-40, dan sebagainya.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi.2 Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Untuk pemilik EQ yang baik, baginya infomasi tidak hanya didapat lewat panca indra semata, tetapi ada sumber yang lain, dari dalam dirinya sendiri yakni suara hati. Malahan sumber infomasi yang disebut terakhir akan menyaring dan memilah informasi yang didapat dari panca indra.
Substansi dari kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan dan memahami untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yang EQ-nya baik, dapat memahami perasaan orang lain, dapat membaca yang tersurat dan yang tersirat, dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal. Semua pemahaman tersebut akan menuntunnya agar bersikap sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yang EQ-nya baik, sekaligus kehidupan sosialnya juga baik. Lain tidak karena orang tersebut dapat merespon tuntutan lingkungannya dengan tepat .
Di samping itu, kecerdasan emosional mengajarkan tentang  integritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan penguasaan diri.3 Oleh karena itu EQ mengajarkan bagaimana manusia bersikap terhadap dirinya (intra personal) seperti self awamess (percaya diri), self motivation (memotivasi diri), self regulation (mengatur diri), dan terhadap orang lain (interpersonal) seperti empathy, kemampuan memahami orang lain dan social skill yang memungkinkan setiap orang dapat mengelola konflik dengan orang lain secara baik . Dalam bahasa agama , EQ adalah kepiawaian menjalin "hablun min al-naas". Pusat dari EQ adalah "qalbu" . Hati mengaktifkan nilai-nilai yang paling dalam, mengubah sesuatu yang dipikirkan menjadi sesuatu yang dijalani. Hati dapat mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh otak. Hati adalah sumber keberanian dan semangat , integritas dan komitmen. Hati merupakan sumber energi dan perasaan terdalam yang memberi dorongan untuk belajar, menciptakan kerja sama, memimpin dan melayani.
Keharusan memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, sangat dianjurkan oleh lslam. Hati yang bersih dan tidak tercemar lah yang dapat memancarkan EQ dengan baik. Di antara hal yang merusak hati dan memperlemah daya kerjanya adalah dosa. Oleh karena itu ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW banyak bicara tentang kesucian hati. Sekedar untuk menunjuk contoh dapat dikemukakan ayat-ayat dan hadis berikut :

1.      Firman-Nya dalam al-A'raf 179 menyatakan bahwa orang yang hatinya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya disebabkan kotor , disamakan dengan binatang, malahan lebih hina lagi.
2.      Firman-Nya dalam al-Hajj 46 menegaskan bahwa orang yang tidak mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya di muka bumi, adalah orang yang buta hatinya.
3.      Firman-Nya dalam al-Baqarah 74 menegaskan bahwa orang yang hatinya tidak disinari dengan petunjuk Allah SWT diumpamakan lebih keras dari batu.
4.      Firman-Nya dalam Fushshilat 5 menyatakan adanya pengakuan dari orang yang tidak mengindahkan petunjuk agama bahwa hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat.
5.      Hadis Rasulullah SAW menyatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik baiklah seluruh tubuh , dan bila ia rusak , rusak pulalah seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah hati.
6.      Hadis Rasulullah SAW menyatakan bahwa bila manusia berbuat dosa tumbuhlah bintik-bintik hitam di hatinya. Bila dosanya bertambah, maka bertambah pulalah bintik-bintik hitam tersebut, yang kadang kala sampai menutup seluruh hatinya.
Mengacu kepada ayat dan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa EQ berkaitan erat dengan kehidupan keagamaan . Apabila petunjuk agama dijadikan panduan kehidupan, maka akan berdampak positif terhadap kecerdasan emosional . Begitu pula sebaliknya.
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yakni kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas5. SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat .
Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada "hati nurani" (Fuad/dhamir). Kebenaran suara fuad tidak perlu diragukan Sejak awal kejadiannya, "fuad" telah tunduk kepada perjanjian ketuhanan " Bukankah Aku ini Tuhanmu ?" Mereka menjawab :" Betul (Engkau Tuhan kami ), kami bersaksi "( al-A'raaf,7:172 ). Di samping itu, secara eksplisit Allah SWT menyatakan bahwa penciptaan Fuad/ al-Af’idah selaku komponen utama manusia terjadi pada saat manusia masih dalam rahim ibunya (al-Sajadah,32:9). Tentunya ada makna yang tersirat di balik informasi Allah tentang saat penciptaan fuad karena Sang Pencipta tidak memberikan informasi yang sama tentang waktu penciptaan akal dan qalbu. Isyarat yang dapat ditangkap dari perbedaan tersebut adalah bahwa kebenaran suara fuad jauh melampaui kebenaran suara akal dan qalbu
Agar SQ dapat bekerja optimal, maka "Fuad" harus sesering mungkin diaktifkan. Manusia dipanggil untuk setiap saat berkomunikasi dengan fuad-nya Untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, tanya dulu pendapat fuad/dhamir. Dengan cara demikian maka daya kerja SQ akan optimal, sehingga dapat memandu pola hidup seseorang. Inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW dengan sabda beliau “sal dhamiruka” (tanya hati nuranimu). Fuad ibarat battery, yang kalau jarang dipakai maka daya kerjanya akan lemah, malah mungkin tidak dapat bekerja sama sekali. Dalam kaitan ini lah, agama menyeru manusia agar mengagungkan Allah, membersihkan pakaian dan meninggalkan perbuatan dosa. (al-Mudatstir, 74:1-5) Semuanya itu diperintahkan dalam kerangka optimalisasi daya kerja fuad / mempertinggi SQ seseorang.
Mengacu kepada paparan di atas, dapat ditegaskan bahwa Islam memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SQ. Tinggal lagi bagaimana manusia memelihara SQ-nya agar dapat berfungsi optimal. Sebagai perbandingan ada baiknya penulis mengambil contoh berikut : "Apabila kita lupa sesuatu , bukan berarti hal yang terlupakan itu telah hilang dari tempat penyimpanannya, melainkan karena sistem untuk mengakses ke tempat penyimpanan memori tersebut sudah lemah. Akses ke tempat penyimpanan akan kembali kuat bila sering dipergunakan. Begitu pula sebaliknya."6 Demikian juga halnya dengan SQ, kalau sistem untuk mengaksesnya sering dipergunakan, maka daya kerjanya akan optimal. Allah SWT menjamin kebenaran SQ , karena ia merupakan pancaran sinar Ilahiyah. (al-Najmu, 53:11). Penegasan al-Qur'an ini menunjukkan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi saling membutuhkan dan melengkapi . Namun kalau akan dibedakan , maka SQ merupakan "Prima Causa " dari IQ dan EQ. SQ mengajarkan interaksi manusia dengan al-Khalik , sementara IQ dan EQ mengajarkan interaksi manusia dengan dirinya dan alam di sekitarnya. Tanpa ketiganya bekerja proporsional, maka manusia tidak akan dapat menggapai statusnya sebagai "Khalifah" di muka bumi.
Oleh karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ", maka dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Jika selama ini orang Islam sadar atau tidak, turut mengagungkan dan memberi penekanan terhadap pendidikan akal dengan mengenyampingkan pendidikan hati dan hati nurani berarti orang Islam telah mengabaikan semangat dan ajaran agamanya. Kondisi yang tidak ideal tersebut sudah waktunya diakhiri , dengan memberikan pendidikan dan kepedulian yang sama terhadap IQ, EQ dan SQ . Wa Allah 'alamu bi al-shawab

1.      A. Winarno dan Tri Saksono, Kecerdasan Emosional, Jakarta, LAN, 2001, hal. 4.
2.      Ibid, hal. 8
3.      Ary Ginanjar Agustian, ESQ, Jakarta, Penerbit Arga, 2002, Cet. 7, hal. xliii
4.      Daniel Goleman, Working with Emotional Intelligence, (New York : Bantam Books, 1999) hal. 13.
5.      Ary Ginanjar Agustian, ESQ, Op. cit., hal 57
6.      Taufik Bahaudin, Brainware Management, Jakarta : PT Gramedia, 2000, cet. Kedua, hal. 60
7.      Ary Ginanjar Agustia, loc.cit

Minggu, 05 Februari 2012

MANAJEMEN PAKAN PADA TERNAK SAPI POTONG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang sering diberikan pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan penguat) (Anonimus 2010).
Ternak menggunakan komponen zat-zat gizi untuk memenuhi kebutuhan mempertahankan kondisi normal tubuhnya, pertumbuhan jaringan tubuh, berproduksi danbereproduksi. Produk-produk ternak, seperti daging, susu, telur dan hasil-hasil ikutan lain,pada dasarnya merupakan hasil dari serangkaian proses yang kompleks, mulai dari prosespencernaan sampai metabolisme zat-zat gizi, yang mengakumulasikan protein, karbohidrat,lemak dan mineral pada jaringan-jaringan tubuh. Laju akumulasinya menentukan jumlahproduk yang dibentuk dan komposisi atau kualitas dari produk tersebut ditentukan oleh lajuakumulasi dari masing-masing komponennya selama waktu tertentu (Kartadiasastra, 1997)
Produksi daging identik dengan pertumbuhan jaringan pada ternak muda yangbertumbuh. Protein, karbohidrat dan lemak berakumulasi pada jaringan-jaringan dengan lajuyang sama dengan perbedaan antara laju sintesis dan katabolismenya. Pada keadaan normal,laju akumulasi lebih sedikit dibandingkan laju sintesis ataupun laju katabolismenya.Komponen-komponen organik pada susu dan telur berakumulasi pada laju yang sama denganlaju sintesisnya karena produk-produk tersebut merupakan produk sel yang langsungdiekskresikan oleh sel yang bersangkutan dan tidak mengalami proses katabolik. Tenagayang dibutuhkan untuk mengendalikan rangkaian proses sintesis tersebut berasal dari energy yang dibebaskan oleh proses oksidatif dalam sel-sel (Kartadiasastra, 1997)
Laju akumulasi vitamin dan mineral mempunyai nilai yang penting yang menentukan kualitas dari produk-produk ternak, akan tetapi memberikan pengaruh yang terbatas terhadap kuantitas produk. Neraca vitamin dan mineral mempengaruhi jumlah produk secara tidak langsung, karena metabolisme protein, karbohidrat dan lemak banyak bergantung pada kehadirannya. Umumnya tanaman mengandung zat-zat tersebut, karena itu maka dalam makalah ini akan diulas lebih lanjut tentang bahan pakan asal hijauan tersebut (Kartadiasastra, 1997).
Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu) dan makanan tambahan (vitamin, mineral dan urea.). Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari adalah sebagai berikut :
- Hijauan : 35 - 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.
- Konsentrat : 2 - 5 kg
- Pakan tambahan : 30 - 50 gr (Anonimus 2010).
B . Tujuan
1. Mengetahui jenis-jenis pakan untuk ternak
2. Mengetahui manfaat dan komposisi pakan untuk ternak
3. mengetahui cara pembuatan dan teknologi pakan untuk trernak












BAB II
PEMBAHASAN

A. J E N I S PAKAN
1. Hijauan Segar
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman bijibijian/ jenis kacang-kacangan.Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
a. Rumput-rumputan
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.
b. Kacang-kacangan.
Kacang-kacangan: lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
c. Daun-daunan:
Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.
2. Jerami dan hijauan kering
Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).

3. Silase
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan
4. Konsentrat (pakan penguat)
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.


A. Metode Penggemukan
1. Metode Penggemukan
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (fattening) dan pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
a. Penggemukan dry lot fattening, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari : biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa dan bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus.
b. Penggemukan pasture fattening, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan.
c. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dry lot fattening dan pasture fattening. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).
2. Pemberian Pakan
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung protein dan energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi dan hijauan leguminosa sebagai sumber protein serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Rumput atau campuran rumput dan leguminosa diberikan dengan perbandingan 10 bagian leguminosa. Pada prinsipnya, hijauan diberikan 10 persen dari berat badan sapi, yakni antara 30 sampai 40 kg per ekor perhari. Pemberiannya sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Pakan tambahan ( konsentrat ) diberikan 3 sampai 4 bulan menjelang akhir penggemukan. Umumnya diberikan sebanyak 1,5 % dari berat badan hidup atau 3 sampai 4 kg per ekor per hari. Pemberiannya pada pagi hari atau siang hari. Cara pemberian yang baik adalah, dengan menggunakan tempat pakan guna menghindari ransom yang berserakan. Minuman harus bersih dan selalu tersedia. Pemberian garam dapur sekedar saja yang disediakan dalam bentuk batangan ditaruh ditempat makan ( akan dijilat sendiri ) rumput yang diberikan pada sapi kereman harus dalam bentuk potongan antara 10 cm sampai 20 cm.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun dan tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi dan kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme/probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan dan memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan dan melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

B. MANFAAT PAKAN
1. Sumber energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
b. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
c. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
d. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).
2. Sumber protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:
a. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
b. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero
c. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).
3. Sumber Vitamin dan Mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya.Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.
C. KEBUTUHAN DAN KONSUMSI PAKAN
1. Kebutuhan Pakan.
Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.
2. Konsumsi Pakan
Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula.Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri).
a. Temperatur Lingkungan
Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.
Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengancara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.
b. Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya. Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.
c. Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.



d. Status fisiologi
Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya
e. Konsentrasi Nutrisi
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah
f. Bentuk Pakan
Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.
g. Bobot Tubuh
Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661 Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75

h. Produksi
Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak potong), air susu (ternak perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.
Kandungan Nutrisi Pakan Ternak.
Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”.
D. PEMBUATAN PAKAN TERNAK
1. Macam-Macam Silo
Silo dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk tergantung pada lokasi, kapasitas, bahan yang digunakan dan luas areal yang tersedia. Beberapa silo yang sudah dikenal adalah
a. Pit Silo: silo yang dirancang berbentuk silindris (seperti sumur) dan di bangun di dalam tanah.
b. Trech Silo: silo yang dibangun berupa parit dengan struktur membentuk huruf V.
c. Fench Silo: silo yang bentuknya menyerupai pagar atau sekat yang terbuat dari bambu atau kayu.
d. Tower Silo: silo yang dirancang membentuk sebuah menara menjulang ke atas yang bagian atasnya tertutup rapat.
e. Box Silo: silo yang rancangannya berbentuk seperti kotak.
2. Cara Memformulasi Pakan
Dalam memformulasikan penyusunan ransum atau pakan, perlu dilakukan beberapa langkah :
1. lihatlah tabel kebutuhan zat pakan sesuaidengan tujuan beternak
2. lihatlah tabel komposisi zat pakan
3. pertimbangkan beberapa factor pembatas
4. pertimbangkan harga
5. sususn ransumnya
telah dikenal beberapa cara atau metode dalam penyususnan ransom, siantaranya adalah :
1. metode diagonal (pearson’s square)
2. metode coba-coba (trial and error)
3. metode simultaneous
4. metode linear programming
E. TEKNOLOGI PAKAN
Teknologi pakan ternak ruminansia meliputi kegiatan pengolahan bahan pakan yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, meningkatkan daya cerna dan memperpanjang masa simpan. Sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang berdaya guna.Pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik (pemotongan rumput sebelum diberikan pada ternak) akan memberi kemudahan bagi ternak yang mengkonsumsinya. Pengolahan secara kimiawi (dengan menambah beberapa bahan kimia pada bahan pakan agar dinding sel tanaman yang semula berstruktur sangat keras berubah menjadi lunak sehingga memudahkan mikroba yang hidup di dalam rumen untuk mencernanya.
Banyak teknik pengolahan telah dilakukan di negara-negara beriklim subtropis dan tropis, akan tetapi sering menyebabkan pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukan teknik-teknik untuk memodifikasinya, terutama dalam penerapannya di tingkat peternak.Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan di lapangan adalah:

1. Pembuatan Hay
Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumputrumputan/ leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memilik daya cerna yang lebih tinggi. Tujuan khusus pembuatan Hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panen yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.
Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu:
a. Metode Hamparan
Merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan di balik-balik hingga kering. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20 - 30% (tanda: warna kecoklat-coklatan).
b. Metode Pod
Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 - 3 hari (kadar air ±50%). Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan air optimal), sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang akan menyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas.
2. Pembuatan Silase
Silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. Prinsip utama pembuatan silase:
a) menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman.
b) mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap
udara.
c) menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk.Pembuatan silase pada temperatur 27-35 derajat C., menghasilkan kualitas yang sangat baik. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik, yakni:
a) mempunyai tekstur segar
b) berwarna kehijau-hijauan
c) tidak berbau
d) disukai ternak
e) tidak berjamur
f) tidak menggumpal
Beberapa metode dalam pembuatan silase:
a. Metode Pemotongan
Hijauan dipotong-potong dahulu, ukuran 3-5 cm - Dimasukkan kedalam lubang galian (silo) beralas plastic - Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak) - Tutup dengan plastik dan tanah
b. Metoode Pencampuran
Hijauan dicampur bahan lain dahulu sebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi, mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk, meningkatkan tekanan osmosis sel-sel hijauan. Bahan campuran dapat berupa: asam-asam organik (asam formiat, asam sulfat, asam klorida, asam propionat), molases/tetes, garam, dedak padi, menir /onggok dengan dosis per ton hijauan sebagai berikut:
- asam organik: 4-6kg,
- molases/tetes: 40kg
- garam : 30kg
- dedak padi: 40kg
- menir: 35kg
- onggok: 30kg
Pemberian bahan tambahan tersebut harus dilakukan secara merata ke seluruh hijauan yang akan diproses. Apabila menggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagian pada tumpukan hijauan di lapisan bawah, 3 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagian pada lapisan atas agar terjadi pencampuran yang merata.
c. Metode Pelayuan
Hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari (kandungan bahan kering 40% - 50%)
- Lakukan seperti metode pemotongan
3. Amoniasi
Amoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian (jerami) dengan penambahan bahan kimia: kaustik soda (NaOH), sodium hidroksida (KOH) atau urea (CO(NH2) 2. Proses amoniasi dapat menggunakan urea sebagai bahan kimia agar biayanya murah serta untuk menghindari polusi. Jumlah urea yang diperlukan dalam proses amoniasi: 4 kg/100 kg jerami. Bahan lain yang ditambahkan yaitu : air sebagai pelarut (1 liter air/1 kg jerami).
4. Pakan Pemacu
Merupakan sejenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam rumen, sehingga dapat merangsang penambahan jumlah konsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi. Molases sebagai bahan dasar pakan pemacu merupakan bahan pakan yang dapat difermentasi dan mengandung beberapa mineral penting. Dapat memperbaiki formula menjadi lebih kompak, mengandung energi cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa. Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat difermentasi. Setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan 2,88 kg protein kasar (6,25X46%). Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.
Proses Pembuatan
Dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap
- Molases (29% dari total formula) dipanaskan pada suhu ± 50 derajat C.
- Buat campuran I (tapioka 16%, dedak padi 18%, bungkil kedelai 13%).
- Buat campuran II (urea: 5%, kapur 4%, garam 9%).
- Buat campuran III (tepung tulang 5% dan mineral 1%).
- Buat campuran IV dari campuran I, II, III yang diaduk merata.
- Masukkan campuran IV sedikit sedikit ke dalam molases, diaduk hingga
merata (±15 menit).
- Masukkan dalam mangkok/cetakan kayu beralas plastik dan padatkan.
- Simpan di tempat teduh dan kering.
Kualitas Nutrisi
Hasil analisis proksimat, pakan pamacu yang dibuat dengan formulasi tersebut mempunyai nilai nutrisi sebagai berikut: Energi 1856 Kcal, protein 24%, kalsium 2,83% dan fosfor 0,5%.
Jumlah dan Metode Pemberian
Pemberian pakan pamacu dapat meningkatkan konsentrasi amonia dalam rumen dari (60-100) mgr/liter menjadi 150-250 mgr/liter. Jumlah pemberian pakan pemacu disesuaikan dengan jenis dan berat badan ternak. Untuk ternak ruminansia kecil (domba/kambing) maksimum 4 gram untuk setiap berat badan. Untuk ternak ruminansia besar (sapi) 2 gram untuk setiap berat badan dan 3,8 gram untuk kerbau. Pemberian pakan pemacu sangat cocok bagi ternak ruminansia yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan seperti jerami atau bahan pakan berkadar protein rendah.
5. Pakan Penguat
Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat:
1. Ketersediaan Harga Satuan Bahan Pakan
Beberapa bahan pakan mudah diperoleh di suatu daerah, dengan harga bervariasi, sedang di beberapa daerah lain sulit didapat. Harga perunit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu.
2. Standar kualitas Pakan Penguat
Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energi dan potein. Sebagai pedoman, setiap Kg pakan penguat harus mengandung minimal 2500 Kcal energi dan 17% protein, serat kasar 12%.


3. Metode dan Teknik Pembuatan
Metode formulasi untuk pakan penguat adalah metode simultan, metode segiempat bertingkat, metode aljabar, metode konstan kontrol, metode ekuasi atau metode grafik.
4. Prosedur Memformulasi
- Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan, kandungan nutrisinya (energi, potein), harga per unit berat, harga per unit energi dan harga per unit protein
- Tentukan standar kualitas nutrisi pakan penguat yang akan dibuat.
- Memformulasi, dilakukan pada form formulasi
- Tentukan sebanyak 2% (pada kolom %) bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral
- Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi daripada kandungan energi pakan penguat, tetapi harga per unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan).
- Jumlahkan (% bahan, Kcal energi, % protein dan harganya), maka 50% formula sudah diperoleh
- Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan kualitas nutrisi %0% formula dengan kualitas nutrisi 50% pakan penguat.
F. PEMBERIAN PAKAN
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemberian pakan ternak potong adalah :
1. Kondisi
2. Umur
3. Bangsa
4. Jenis kelamin
5. Tipe ransum
6. Kondisi lingkungan
a. Manajemen pakan induk
Pemberian pakan utamanya ditujuakan untuk menunjang fertilitas, menghasilkan produksi susu yang tinggi, Selain itu pedet yang dilahirkan memiliki laju pertumbuhan yang baik. Pemberian pakan harus diperhatikan utamanya pada masa beranak yaitu 60 hari sebelum melahirkan sampai dengan 90 hari setelah melahirkan. Pada 90 sampai 120 hari akhir kebuntingan, kebutuhan pakan induk harus mencapai pertambahan berat badan antara 0,2 sampai 0,5 kg per hari.
b. Manajen pakan betina pengganti
Sapi dara (heifer) pengganti pada umur 14 sampai 15 bulan perlu pertambahan berat badan sebesar 0,5 sampai 0,7 kg per hari. Betina yang telah kawin perlu pertambahan berat badan 0,5 kg per hari pada trimester pertama kebuntingannya.
c. Manajemen pakan pejantan
Pemberian pakan yang kualitas tinggi sekurang-kurangnya 2 bulan terakhir sebelum masa kawin. Pejantan yearling (1-2 tahun) perlu pertambahan berat badan 0,7 kg per hari. Pejantan umur lebih dari 2 tahun pertambahan berat badan o,75 kg per hari.
d. Manajemen pakan bakalan
Kebutuhan protein dan energy ditingkatkan sejak umur 3 bulan sampaih disapih. Walaupun belum disapih, pedet yang akan dijadikan bakalan, sudah diberikan pakan hijauan setengah dari kebutuhannya.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
1. jenis pakan dibagi menjadi beberapa jenis yaitu hijauan segar, jerami dan hijauan kering, silase dan konsentrak
2. pakan bagi ternak mempunyai manfaat sebagai sumber energi,sumber protein,sumber vitamin dan mineral.
3. dalam menyusun ransim dilakukan beberapa metode yaitu :
1. metode diagonal (pearson’s square)
2. metode coba-coba (trial and error)
3. metode simultaneous
4. metode linear programming
B. Saran
1. Semoga para pembaca dapat memanfaatkan makalah ini dengan sebaik mungkin
2. Jika ada ejaan yang salah maka harap dimaklumi.














DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2009. http:// Manajemen Pemeliharaan sapi potong. animal-Intelektual. Blogspot.Com. Html.
Hartadi, H. S., S. Reksohadiprodo, dan AD Tillam. 1997. Table Komposisi pakan Untuk Indonesia. Gadja Madah University Press. Yogyakarta.
Kartadisastra, H.R. (1997). Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius
Sudarmono A. S, Y. Bambang Sugeng. 2008. Sapi Potong. Jakarta. Penebar Swadaya.
Sutardi, I.1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid I. departemen Ilmu Makanan ternak. Fakultas peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Pencernaan Pada Unggas

SISTEM PENCERNAAN PADA UNGGAS
Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan agar dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh, dimana dalam proses pencernaan terjadi proses mekanis, khemis dan mikrobiologis.
Saluran pencernaan terbentang dari bibir sampai anus dengan bagian utama terdiri dari mulut, hulu kerongkongan, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar. Sistem pencernaan pada unggas diklasifikasikan menjadi dua bagian penting, yakni:
1. Traktus Alimentarius
- Paruh  berfungsi mematuk dan memasukkan makanan ke dalam mulut
- Pharinx  merupakan lanjutan dari ruang mulut. Bagian belakang pharynx terdapat oesophagus yang mempunyai kemampuan berkembang menjadi besar agar makanan dengan mudah melalui saluran tersebut.
- Tembolok  merupakan terminal sementara makanan untuk dilunakkan
- Proventrikulus  merupakan lambung yang mengeluarkan getah-getah pencernaan
- Ampela (ventrikulus)  merupakan bagian pencernaan yang berfungsi sebagai penggiling makanan
- Usus halus  merupakan saluran panjang yang berawal dari lubang keluar lambung otot. Usus halus ini menghasilkan getah usus.
- Usus besar  meruakan penampung zat-zat makanan yang sudah dicerna dan diserap oleh usus halus.
- Kloaka  merupakan muara dari beberapa saluran.
2. Organa alimentarius
- Hati, merupakan alat accessories yang terletak pada lingkungan lambung otot dan duodenum. Hati terbagi menjadi dua bagian lobus yang memiliki warna merah-coklat dan menghasilkan empedu yang ditampung di dalam kantong empedu. Empedu itu berfungsi membantu pencernaan lemak. Warna empedu hijau yang bereaksi alkalie. Hati berfungsi sebagai organ penyaringan zat makanan yang telah diserap, dan selanjutnya masuk ke peradaran darah. Selain itu hati juga merupakan tempat penyimpangan glikogen dan mengubah sisa-sisa pembakaran protein menjadi asam urine, serta bahan lain yang tidak berfungsi dikeluarkan lewat ginjal.
- Pancreas merupakan alat accessories yang berwarna merah muda, dan dari sini dihasilkan enzim amylase, tripsin, dan lipase. Amylase adalah enzim untuk mencerna karbohidrat. Sedangkan tripsin untuk mencerna protein, dan lipase untuk mencerna lemak. Dari pancreas dihasilkan pula insulin atau hormone yang berfungsi mengatur metabolisme gula.
- Limpa, merupakan organ yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan pencernaan. Limpa sebagai organ dalam tubuh ayam, memiliki fungsi menghancurkan butir-butir darah merah yang pecah dan rusak. Selain itu, di dalam limpa tersimpan zat besi yang berguna untuk membuat hemoglobin.
3. Tahap pencernaan
Sistem pencernaan pada unggas berbeda dengan sistem pencernaan pada hewan non ruminansia (kuda, babi dan yang lainnya). Unggas tidak memiliki gigi untuk mencerna makanan secara mekanik. Bagian lambung kelenjar (proventrikutus). Antara proventrikulus dan mulut terdapat tembolok yang berfungsi menyimpan makanan sementara waktu. Kemudian makanan dilunakkan sebelum ke proventrikalas dan secepatnya ke ventrikulus (empedal). Fungsi utama empedal adalah untuk menghancurkan dan menggiling makanan kasar, yang dibantu oleh grit. Dari empedal makanan bergerak melalui lekulean usus (dodenam) yang secara anatomi sejajar dengan pankreas. Pankreas berfungsi untuk menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik, dan proteolitik. Ketiga enzim ini menghindrolisapati, lemak, proteosa dan peptone.
Usus halus menghasilkan getah usus yang mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein dan menghasilkan asam-asam amino. Enzim memecah gula (disakharida) menjadi gula sederhana (monosakharida) sehingga dapat diserap (asimilasi) tubuh yang dilaksanakan oleh villi usus halus.
Usus besar merupakan penampung zat-zat makanan yang sudah dicerna dan diserap oleh usus halus. Pada usus besar terdapat rectum dan kolon sebagai kotoran (manure) sebelum ke kloaka.
Kloaka merupakan muara dari beberapa saluran seperti saluran usus besar, saluran telur, dan saluran air kencing masing-masing hasil dari saluran tersebut akan keluar melewati kloaka dan mengalami pelepasan terakhir lewat anus.
Jika ayam mengkomsumsi karbohidrat terlalu banyak maka kelebihan tersebut akan diubah kedalam bentuk lemak yang akan disimpang sebagai sumber energi potensial serat kasar (selulosa) merupakan sumber kalori.








Susunan alat pencennaan ayam
Keterangan:
1. Oesophagus
2. Tembolok
3. Lambung kelenjar
4. Lambung otot
5. Limpha
6. Hati
7. Pancreas
8. Duodenum
9. Usus halus
10. Caecum
11. Kolon
12. Rectum
13. Kloaka
14. Anus
15. Ureter

Bahan Alternatif Pakan Dari Hasil Samping Industri Pangan

Keberhasilan usaha budidaya ikan sangat ditentukan oleh penyediaan pakan yang memadai baik kuantitas maupun kualitas, karena pakan merupakan unsur utama dalam pertumbuhan ikan. Namun penyediaan pakan seringkali menjadi kendala disebabkan harganya yang tinggi karena biaya pembuatannya yang cukup tinggi (hampir 70% dari biaya produksi). Untuk itu Balai Budidaya Air Tawar Jambi melalui Proyek Pengembangan Rekayasa Teknologi Balai Budidaya Air Tawar Jambi mengadakan penelitian untuk mencari alternatif pakan lain yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan lokal serta memanfaatkan hasil samping.

Bahan baku merupakan faktor utama yang harus tersedia dalam produksi pakan buatan dan pakan alternatif. Bahan baku secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya (nabati) serta yang berasal dari hewan dan hasil ikutannya (hewani).

Bahan – bahan baku yang dipakai dalam pembuatan pakan ikan berfungsi sebagai sumber protein, energi, mineral dan vitamin. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan pakan adalah kandungan nutrisi bahan, tingkat kecernaan, ketersediaan, kontinuitas dan harga.

Pakan Alternatif
Pakan alternatif adalah istilah yang diberikan untuk pakan ikan yang bahannya berasal dari bahan-bahan limbah baik yang berasal dari industri olahan makanan atau ternak yang masih termanfaatkan. Beberapa pakan alternatif yang berasal dari limbah pengolahan makanan seperti onggok, molasses, ampas tahu, ampas kecap, CPO, dll sudah banyak digunakan sebagai pakan ternak. Penggunaannya sebagai bahan pakan dapat dicampurkan dengan bahan tambahan pakan lainnya atau bisa juga diberikan secara langsung pada ikan/ternak.

1. Minyak Inti Sawit dan Ampas Minyak Sawit
Minyak inti sawit merupakan minyak murni hasil ekstraksi biji sawit. Sedangkan sisa dari pembersihan/pemurnian tersebut diperoleh ampas minyak sawit yang berbentuk padat. Sejauh ini sudah banyak yang memanfaatkan limbah ini sebagai pakan ternak (sapi). Penggunaan minyak sawit (CPO) pada pakan dapat langsung dicampur pada pakan siap, sedangkan ampas minyak sawit dapat dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan pakan lainnya.

Nilai gizi dari minyak inti sawit ini cukup baik yaitu kandungan protein 15,3%, lemak 57,2%; air 23,4% dan abu 11,3%, sedangkan ampas minyak sawit sebagai bahan baku pakan ikan terlebih dahulu harus diproses menjadi tepung dengan nilai gizi yang terkandung didalamnya protein 16,09%; lemak 5,39% dan abu 8,59%.

2. Ampas Kecap
Ampas kecap merupakan limbah dari proses pembuatan kecap yang berbahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Untuk menjadi bahan baku pakan,ampas kecap harus diolah menjadi tepung dengan lebih dahulu dikeringkan dalamoven/dijemur. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 10,32%;lemak 6,93%;air 52,98% dan abu 6,72%.

3. Onggok
Onggok yang berasal dari ubi singkong merupakan limbah padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31% dan abu 4,4%.

4. Ampas Tahu
Ampas Tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu. Untuk menjadi bahan baku pakan, ampas tahu bisa langsung diberikan pada ikan dengan tambahan sedikit ikan asin, atau dapat juga diolah lebih dulu menjadi tepung dengan mengeringkannya dalam oven/dijemur lalu digiling. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%.

5. Ampas Tempe
Limbah pengolahan tempe yang berasal dari bahan baku kacang kedelai, baik berupa kupasan kulit ari kacang kedelai juga limbah cair berupa air rebusan dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ikan. Nilai gizi limbah pengolahan tempe lebih tinggi dibanding ampas tahu,sebagaimana pada tabel :

-Nutrisi Bahan
-Protein
-Lemak
-Air
-Abu

6. Molases
Molases merupakan sisa hasil produksi pada industri pengolahan gula yang berbentuk cair. Molases sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak, karena kandungan gizinya cukup baik

7. Orgami
Orgami merupakan hasil buangan pengolahan penyedap rasa. Setelah melalui proses penyaringan raw sugar (tetes tebu) dan molases sebagai bahan baku, dihasilkan gypsum. Selanjutnya melalui tahap koagulasi dihasilkan orgami sebagai limbah cair dan dielet humus sebagai limbah padatnya. Nilai gizi orgami adalah protein 5,28%; lemak 3,41%; air 68,29% dan abu 4,77%.

Kandungan Nutrisi beberapa bahan baku pakan ikan :
-Nutrisi Bahan
-Protein
-Lemak
-Air
-Abu


Sementara kandungan Nutrisi dari berbagai Minyak Olahan :
-Nutrisi Bahan
-Protein
-Lemak
-Air
-Abu

Rabu, 26 Oktober 2011

Cinta adalah Fitrah Yang Suci



Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia, yaitu KECENDERUNGAN KEPADA LAWAN JENISNYA ketika telah mencapai kematangan emosional, pikiran dan fisiknya.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar-Rum ayat 21)

Cinta pada dasarnya adalah BUKANLAH SESUATU YANG KOTOR, KARENA KEKOTORAN DAN KESUCIAN TERGANTUNG DARI BINGKAINYA.
Ada BINGKAI YANG SUCI DAN HALAL dan ada BINGKAI YANG KOTOR DAN HARAM.

Cinta mengandung segala makna KASIH SAYANG, KEHARMONISAN, PENGHARGAAN DAN KERINDUAN disamping mengandung PERSIAPAN UNTUK
MENEMPUH KEHIDUPAN DIKALA SUKA DAN DUKA, LAPANG DAN SEMPIT.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi disamping KEINDAHAN BENTUK DAN RUPA HARUS DISERTAI KEINDAHAN DENGAN AKHLAK YANG BAIK.

Islam adalah AGAMA FITRAH karena itulah ISLAM TIDAKLAH MEMBELENGGU
PERASAAN MANUSIA. ISLAM TIDAKLAH MENGINGKARI PERASAAN CINTA YANG TUMBUH PADA DIRI SEORANG MANUSIA. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk MENJAGA PERASAAN CINTA ITU. DIJAGA, DIRAWAT DAN DILINDUNGI DARI SEGALA KEHINAAN DAN APA SAJA YANG MENGOTORINYA.

Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa SEBELUM DILAKSANAKAN AKAD NIKAH HARUS BERSIH DARI PERSENTUHAN YANG HARAM.


PERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA
"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat
menyenangkan) seperti pernikahan" (IbnuMajah).
PERNIKAHAN DALAM ISLAM MERUPAKAN SUATU KEWAJIBAN BAGI YANG
MAMPU. Dan bagi insan manusia yang saling mencintai, pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.

Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan agama sangat tidak disarankan oleh Islam. Cinta dalam pandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik, dan bukan pula pembenaran
terhadap perilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah cinta melainkan sebuah LOMPATAN BIRAHI yang besar saja, yang akan segera pupus.

Karena itu CINTA MEMERLUKAN KEMATANGAN DAN KEDEWASAAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN PASANGANNYA, BUKAN MENYENGSARAKANNYA DAN BUKAN JUGA MENJERUMUSKANNYA KE JURANG MAKSIAT.

Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah sebuah PERBUATAN MAKSIAT YANG DIHARAMKAN AGAMA. Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling mencintai sangatlah tipis sehingga PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH OBAT yang sangat tepat untuk mengobatinya.

Pernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG MENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak ada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah
PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA itu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi
dan berbagi hidup baik suka maupun duka.

Selasa, 09 Agustus 2011

BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI


Bioteknologi reproduksi generasi pertama yaitu insemenasi buatan (IB) adalah upaya memberdayakan potensi genetis superior sapi jantan, yaitu sebagai donor benih berupa sel spermatozoa dalam bentuk semen beku. Selain meningkatkan efisiensi reproduksi dibanding kawin alam, maka IB juga mengatasi masalah reproduksi atau tepatnya adalah mencegah penyeberan penyakit infeksi reproduksi.


Salah satu cara yang ditempuh antara lain adalah seleksi yang meliputi bebas penyakit reproduksi terhadap calon pejantan unggul produsen semen beku, merupakan syarat mutlak yang tidak boleh ditawar lagi. Satu lagi prestasi IB dalam mengatasi gangguan reproduksi yang tidak termasuk dalam katagori penyakit menular atau tepatnya suatu malformasi atau gangguan bentuk anatomis yang dahulu diduga sebagai sifat genetis yang menurun, adalah white heifer disease atau hymen persisten. Yaitu suatu kelainan bentuk penebalan selaput dara sehingga tidak dapat ditembus oleh penetrasi penis pada kawin alam. White berarti putih yang dimaksud adalah ’suci’ suatu istilah simbol keperawanan pada tempo doeloe.

Dengan pengertian ini istilah white heifer disease adalah sapi dara tetap perawan atau selaput dara tetap utuh meski sudah digagahi oleh sapi jantan. Sapi dara yang menderita kelainan ini tidak ekonomis untuk dipelihara karena tidak dapat bunting atau tidak produktif. Dengan adanya bioteknologi reproduksi IB maka masalah ini dapat teratasi, karena sebagaimanapun ketebalan selaput dara dapat ditembus oleh alat kawin suntik atau gun IB.

transfer embrioBioteknologi reproduksi generasi kedua yaitu transfer embrio (TE) adalah upaya memberdayakan potensi genetis superior sapi betina, yaitu sebagai donor benih berupa oosit, ova dan embrio (setelah melalui fertilisasi secara in vivo maupun in vitro). Dalam TE juga terjadi peningkatan efisiensi reproduksi, karena dalam satu siklus birahi dapat dihasilkan lebih banyak benih dibanding hanya satu benih saja secara alami dalam setiap siklus birahi. Demikian pula prasyarat seleksi bebas penyakit reproduksi juga berlaku bagi sapi betina donor untuk menghindari penyebaran penyakit infeksi saluran reproduksi

Sebagaima pada IB mempunyai prestasi dalam mengatasi kelainan reproduksi yang tidak menular, maka TE juga mempunyai prestasi yang serupa yaitu mengatasi kemajiran akibat kelahiran kembar free martin. Pada jaman dahulu kelahiran kembar non identik jantan dan betina atau free martin ini didiagnosa akan terjadi kemajiran pada pedet betina, akibat dominasi hormonal jantan pada masa prenatal. Kemajiran free martin karena terjadinya kebuntingan pada salah satu kornua uteri, sehingga terjadi anastomose pembuluh darah plasenta pedet jantan maupun betina yang mengakibatkan tercampurnya aliran darah plasenta yang memasok nutrisi dan hormon reproduksi. Dalam penerapan TE maka kemungkinan terjadinya kemajiran akibat kelahiran kembar free martin dapat dikurangi, dengan menempatkan embrio pada kedua belah fihak (ipsilateral dan kontra lateral corpus luteum) kornua uteri kiri dan kanan dalam program kelahiran kembar. Sehingga secara fisik pertumbuhan embrio dan plasenta kedua-duanya terpisah jauh yang tidak memungkinkan terjadinya anastomose pembuluh darah.

Di lain fihak embrio dapat dirancang yang tidak mempunyai kekerabatan genetis (berbeda bangsa dan jenis), misalnya embrio sapi perah dan sapi potong atau dua benih embrio sapi potong yang beda bangsa. Diharapkan dengan beda kekerabatan genetis, tidak terjadi afinitas anastomose pembuluh darah plasenta.

Dalam program kelahiran kembar meskipun ada kemungkinan terjadi transmigrasi benih embrio yang telah ditempatkan terpisah antar kornua, sehingga menyatu kembali di salah satu kornua yang berakibat terjadinya kembar freemartin. Atau program kelahiran kembar lebih dari dua ekor yang tentunya salah satu kornua uteri mengandung lebih dari satu janin. Baca lagi meningkatkan efisiensi reproduksi melalui kelahiran pedet kembar. Namun kejadian freemartin tidak perlu ditakuti karena bagaimanapun juga sapi tetap mempunyai nilai ekonomis meskipun majir, yaitu untuk digemukkan sebagai sapi pedaging atau sapi potong.

it's me

it's me
chalik in the bloger