Ilmu Peteranakan

cHaLiK

Senin, 21 Desember 2009

pencernaan ruminansia

Sistem Pencernaan Ruminansia PDF Cetak E-mail
Sabtu, 21 Desember 2009 05:49

Pencernaan adalah rangkaian proses perubahan fisik dan kimia yangdialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan. Prosespencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleksdibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya.

Perut ternak ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perutjala), rumen (perut beludru), omasum (perut bulu), dan abomasum (perut sejati).Dalam studi fisiologi ternak ruminasia, rumen dan retikulum sering dipandangsebagai organ tunggal dengan sebutan retikulorumen. Omasum disebut sebagaiperut buku karena tersusun dari lipatan sebanyak sekitar 100 lembar. Fungsiomasum belum terungkap dengan jelas, tetapi pada organ tersebut terjadipenyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Pada organ inidilaporkan juga menghasilkan amonia dan mungkin asam lemak terbang(Frances dan Siddon, 1993). Termasuk organ pencernaan bagian belakanglambung adalah sekum, kolon dan rektum. Pada pencernaan bagian belakangtersebut juga terjadi aktivitas fermentasi. Namun belum banyak informasi yangterungkap tentang peranan fermentasi pada organ tersebut, yang terletak setelahorgan penyerapan utama. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapatterjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secarahidrolis oleh enzim-enzim pencernaan.

Pada sistem pencernaan ternak ruminasia terdapat suatu proses yangdisebut memamah biak (ruminasi). Pakan berserat (hijauan) yang dimakanditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat, pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi),untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali(proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzimmikroba rumen. Kontraksi retikulorumen yang terkoordinasi dalam rangkaianproses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi danpenyerapan nutrien. Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice(Tilman et al. 1982).

Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya.Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa danfungi (Czerkawski, 1986). Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangatbermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding seltanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen.

Bakteri rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yangdigunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya.Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudahdilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkanoleh Hungate (1966) adalah : (a) bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens), (b) bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisolvens,Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp), (c) bakteri pencerna pati(Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica, (d) bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus), (e) bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis).

Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holotrichsyang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yangfermentabel, sedangkan Oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutumumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna (Arora, 1989).

Rabu, 16 Desember 2009

APAKAH JURUSAN ILMU PETERNAKAN ITU

PETERNAKAN

“Animals life is biologically aesthetic; each spesies presents it self in design,coats,tails,feathers,furs,curls,tusks,horns,hues,sheens,shells,scales,wings,songs,dances” JAMES HILMAN,pengarang Amerika

Apakah peternakan itu?
Peternakan berarti usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan binatang.

Usaha apa saja yang dimaksud dari defenisi tersebut?
Usaha yang dimaksud meliputi proses perlakuan biologis yang terjadi secara eksternal maupun internal,serta interaksinya melalui rekayasa dan input teknologi yang diarhkan untuk tujuan produksi daging,susu,telur,kerja ternak/tenaga ternak,serta hasil sampinan yang lain.

Apa sih arti beternak sebenarnya?
Kata beternak mengandung arti yang luas, yaitu usaha untuk merawat, memelihara, mengatur kehidupan, perkawinan, kelahiran, penjagaan kesehatannya,serta penggunaannya hasil dari ternak yang diusahakannya, dalam bahasa inggris disebut dengan istilah “Animals Husbandry”.Sedangkan, beternak dalam arti yang sempit (khusus) lebih menitikberatkan kepada usaha untuk mengatur perkembangbiakan ternak, yaitu antara lain mengatur perkawinannya, memilih bibit yang digunakan,penjagaan terhadap kemandulan, dan terhadap ternak yang sedang bunting.Beternak dalam arti khusus disebut juga dengan istilah pemuliabiakan atau dalam bahasa inggris dengan istilah “Animal Breeding”.

Apa sih perbedaan antara istilah hewan, binatang, dan ternak?
Ada perbedaan arti secara definisi ilmu peternakan antara hewan, binatang, dan ternak.Hewan adalah segala mehluk hidup selain manusia, yang hidup baik didaratan maupun dilautan yang tidak dapat membuat makanan sendiri. Binatang adalah semua hewan semua hewan yang hidup di darat dan belum mengalami penjinakan oleh manusia atau masih liar.Ternak adalah semua hewan yang sudah dijinakkan oleh manusia.Ternaks sudah dapat diolah dan diambil manfaatnya untuk keperluan hidup manusia.

Hewan apa saja yang bisa diternakkan?
Ada bermacam-macam,mulai dari jenis yang ada pada zaman dulu yang lazim dipelihara,misalnya lintah untuk keperluan pengobatan, serangga yang menghasilkan zat warna , sampai jenis-jenis ternak yang lazm dipelihara pada zaman sekarang.Oleh karena banyak sekali jenis hewan piaraan yang sud h berabad-abad lazim dipelihara dalam usaha pertanian (dalam arti luas), maka umumnya yang diternakkan adalah jenis seperti kuda,sapi,kerbau, babi, kambing, domba,dan untuk unggas, misalnya ayam,itik,dan kalkun.



Apa sih yang dimaksud domestikasi itu?
Domestikasi berarti proses penjinakan hewan-hewan yang hidup liar menjadi hewan-hewan piaraan.Sampai ekarang,proses domestikasi belum berakhir karena manusia masih juga menambah jenis-jenis hewan piaraan yang baru,misalnya rubah untuk diambil bulunya.

Apa sih keuntungan dari beternak?
Banyak sekali!Susu yang dihasilkan hewan ternak berkaki empat menandung nilai gizi yang tinggi bagi manusia .Selain susu,daging ternak merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat diperlukan dalam tubuh kita.Tenaga hewan berkaki empat,sepeti kerbau dapat membantu petani dalam mengerjakan sawah dan lading serta mengangkut hasil-hasil pertanian.Kulit ternak dapat dimanfaatkan untuk bahan industri atau untuk bahan perdagangan,demikian pula dengan tanduk dan tulangnya.Sampai kepada feces dan urinenya, masih dapat dimanfaatkan oleh manusia.Sejak lama juga mengenal pupuk kandang yang jauh lebih baik, dalam memberi kesuburan dan struktur tanah,daripada pupuk buatan.

Apa saja yang dipelajari di Fakultas Peternakan?
Secara garis besar ada empat bidang dipelajari dipeternakan, yaitu produksi ternak,nutrisi dan makanan terrnak,sosial ekonomi peternakan hasil ternak.

Kalau begitu,ilmu apa yang kita dapat dari produksi ternak?
Kita bias mendapat ilmu tentang ternak potong dan kerja, ilmu ternak perah, dan ilmu ternak unggas.Ruang lingkup pembahasan ilmiah ternak potong dan kerja dititikberatkan pada komiditi ternak penghasil daging dan produk sampingan,berarti kulit,pupuk kandang,serta tenaga seperti biogas,yang juga melibatkan perhitungan ekonomi.Ilmu ternak perah khusus membahas mengenai segala jenis hewan ternak penghasil susu, rmeliputi ternak sapi, kebau, kambing,kuda,domba,keledai dan ternak penghasil susu yang lain.Dalam ilmu ternak unggas akan dibahas mengenai segala hewan ternak yang termasuk dalam bangsa unggas yang menghasilkan telur,daging,dan bulu seperti ayam,kalkun,itik,bebek,merpati,burung unta,burung mutiara,dan ternak unggas yang lain.

Lalu,ilmu apa yang kita dapat dari nurisi dan makanan?
Kita bisa mengetahui nilai nutrisi dari pakan yang kita berikan kepada ternak,sehingga pakan untuk ternak dapat kita atur sesuai dengan kebutuha ternak,serta dapat kita atur sesuai dengan kebutuha ternak,serta dapat meningkatkan keefektifan dan efisiensi.

Ilmu apa yang kita dapat darfi social dan ekonomi peternakan?
Kita bisa memperhitungkan faktor teknis dan ekonomis ,apabila kita ingin melakukan suatu usaha peternakan.Dengan demikian,maka kita dapat menentukan segala yang berhubungan dengan hal-hal financial serta peluang pasar yang cocok dengan produk peternakan kita.

Ilmu apa yang kita dapat dari teknologi hasil ternak?
Kita bisa mengetahui cara-cara dan teknologi,baik yang sederhana maupun yang modern,untuk mengolah hasil ternak,sehinggga dapat menaikkan nilai jual dan nilai guna dari produk ternak yang kita hasilkan.Misal:pengolahan susu menjadi susu pasteurisasi,susu bubuk, keju,yoghurt,susu krim;pengolahan telur menjadi telur bubuk,telur asin dan sebagainya

Apa sih gelar kesarjanaan yang disandang setelah menyelesaikan studi di Fakultas Peternakan?
Gelar kesarjanaan yang disandang setelah menyelesaikan studi di Fakultas Peternakan adalah Sarjana Peternakan (S.Pt).


Perkembangan Ilmu
Perkembanan ilmu peternakan sangat menarik untuk diceritakan.Pasalnya kebutuhan manusia akan hewan bukan hanya didasari oleh keinginan untuk dikonsumsi,mempermudah pekerjaan petani,tetapi juga untuk disayangi,dijadikan korban pada upacara keagamaan,dan olahraga yang menarik, yaitu berburu.
Dahulu, ketika manusia masih hidup dengan system hidup nomaden, yaitu system kehidupan dengan mengembara manusia hanya membutuhkan daging untuk dimakan dan sekedar kulitnya untuk pakaian.Setelah berganti penghidupan dengan menetap atau sedenter dan mulai mengenal bercocok tanam disekitar tempat kediaman mereka,manusia mulai mengenal pemeliharaan hewan.Proses menjadikan hewan dari keadaan liar menjadi jinak yang dapat dipelihara disebut domestikasi.Domestikasi ini yang mendasari perkembangan ilmu peternakan selanjutnya, walaupun domestikasi lingkupnya lebih luas peternakan hanya bertujuan untuk dikonsumsi.
Perkembangannya, hewan dikorbankan untuk dipersembahka pada dewa. Setiap terjadi gerhana bulan, mereka menangkap sapi-sapi liar hidup-hidup dan ditahan sebagai n a persediaan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.Dari kejadian tersebut, lama kelamaan terbentuklah sapi-sapi jinak yang lama-kelamaan berkembangbiak dan dapat diambil manfaatnya dari aspek yang lain.
Dalam hubungan dengan kepercayaan ini, maka perlu juga dikemukakan bahwa pada mulanya sapi maupun kebau di dalam pertanian tidak dipergunakan langsung untuk membajak.Tetapi sapi maupun kerbau tersebut sekedar dibawa keliling ditanah pertanian pada upacara keagamaan sebelum orang mulai menabur benih, baru kemudian langsung dipergunakan untuk menatik bajak.Mereka yakin, denga melakukan hal ini maka para Dewa akan membuat tanah pertanian mereka menjadi subur dan hasil panen dapat melimpah.
Mengenai kuda, kurang lebih 25.000 tahun yang lalu,ditemukan tulang-tulang kuda dalam jumla besar didekat bekas-bekas tempat tinggal manusia.Tetapi belum dapat dipastikan apakah tulang-tulang itu berasal dari kuda yang telah dijinakkan atau hasil perburuan.Tentang penggunaan kuda,lukisan yang menggambarkan kuda yang sedang menarik kereta berasal dari Yunani yaitu2000 tahun sebelum Masehi.Peninggalan ini dianggap yang paling tua tentang penggunaan kuda.
Sapi dijinakkan pada kira-kira 6000 tahun sebelum Masehi.Jadi,lebih dahulu dari kuda.Demikian juga kambing dan domba.Kerbau dijinakkan kurang lebih 3750 tahun sebelum Masehi.Dari hewan-hewan yang dijinakkan lainnya,anjinglah yang terdahulu,yaitu kira-kira 9.000 tahun sebelum Masehi.
Penjinakan hewan sebenarnya masih berjalan hingga sekarang.Diawal abad XX ada usaha penjinakan rubah untuk mendapatkan kulit yang berbulu dengan cara-cara intensif.Juga penjinakan hewan liar utuk keperluan percobaan masih terus berlangsung.
Perkembangan pemanfaatan hewan ternak atau usaha peternakan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang pesat.Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal dari usaha peternakan usaha tersebut.Perkembangan peternakan tersebut dimulai dari yang masih bersifat sangat sederhana atau primitive hingga menuju perkembangan usaha peternakan yang modern dengan pemanfaatan teknologi yang canggih serta dengan menggunakan teknologi rekayasa genetic.Terutama usaha peternakan di Negara-negara maju,yaitu di Negara-negara Eropa dan Australia, usaha budidaya peternakan sudah banyak dilakukan dengan pemanfaatan teknologi canggih dan penggunaan teknologi rekayasa genetik.


Karier dan Dunia Nyata
Asyik kan, sudah mengetahui segala sesuatu tentang peternakan?Mungkin setelah membaca bagian berikut ininkeraguannmu untuk menjadi Fakultas Peternakan sirna sudah.


Praktisi dan Peternak
Kaier dan jenis kerja dari seorang praktisi di dunia peternakan adalah menjadi peternak. Peternak ditinjau dari seg manajemen operasional, maka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu peternak mandiri dan peternak plasma. Peternak mandiri adalah peternak yang secara makro segalanya bersifat mandiri, sehingga peternak mandiri berhak menentukan kebijakan seluruh operasional secara bebas menurut kemauannya. Sedangkan, peternak plasma adalah peternak yang bekerja sama dengan system kemitraan ini, peternak yang memiliki modal dalam bidang kandang, tenaga kerja dan peralatan, disebut sebagai peternak plasma, dan peternak yang menyandang modal dalam bentuk bibit ternak, pakan, manajemen operasional, dan manajemen pemasaran disebut peternak inti. Sehingga dengan demikian seorang peternak plasma tidak berhak menentukan kebijakan operasional dengan bebas, tetapi harus mematuhi kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh peternak inti.


Konsultan
Deskripsi pekerjaan seorang onsultan adalah memberikan sumbang saran berupa jasa untuk para praktisi yang mengalami kesulitan dalam bidang peternakan. Karena tidak semua praktisi tersebut punya dasar ilmu yang cukup mengenai peternakan, namun punya modal yang cukup untuk membuka usaha peternakan. Wujud sumbang saran tersebut antara lain adalah dalam bidang pemasaran, masalah teknis di lapangan, masalah manajemen pakan, serta masalah tentang pencegahan dan pengobatan penyakit. Dalam perusahaan-perusahaan juga banyak diperlukan konsultanpeternakan, misalnya pada perusahaan susu, makanan berbahan daging, dan sebagainya.


Pemerintahan
Lapangan pekerjaan yang dimaksud adalah menjadi tenaga kerja pada suat instansi dinas tertentu milik pemerintah. Instansi dinas yang dapat dimasuki sarjana peternakan adalah Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Perkebunan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kedokteran Hewan, dan Dinas Pengembangan Masyarakat Pedesaan. Deskripsi tugasnya adalah menjadi pelaksana, coordinator, perencana, pengawas,Pembina, atau pembuat program-program untuk dinas yang bersangkutan. Menjadi pegawai negeri adalah seorang yang bekerja dengan atas nama dan untuk kepentingan Negara. Kelebihannya adalah kamu akan menerima uang pension dan yang jelas pekerjaan di dinas pemerintah seperti ini risikonya sangat kecil untuk diberhentikan, kecuali untuk alasan-alasan tertentu.


Bidang Lainnya
Bidang lain yang bias dimasuki antara lain menjadi pengajar baik di instansi pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi, ataupun kursus-kursus peternakan. Sedangkan, menjadi peneliti tugasnya adalah melakukan penelitian tentang hal-hal yang berhubungan dengan bidang peternakan serta membuat program-program maupun hal-hal yang dapat menigkatkan kuantitas dan kualitas di bidang peternakan.Tempat bekerja sebagai tenaga peneliti adalah dalam ruangan Laboratorium atau bekerja dilapangan. Jenis-jenis lembaga penelitian di bidang peternakan milik pemerintah antara lain adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Ternak Nasional, berbagai Laboratorium atau bekerja dilapangan. Jenis-jenis lembaga penelitian dibidang peternakan milik pemerintah antara lain adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Ternak Nasional, berbagai Laboratorium di Dinas Peternakan dan lembaga penelitian di sekolah-sekolah, akademi-akademi maupun perguruan tinggi negeri. Lembaga penelitian dibidang peternakan milik swasta antara lain adalah di berbagai perusahaan peternakan yang memiliki laboratorium perusahaan prodksi ternak dan pakan ternakbmilik swasta, sera di berbagai laboratorium milik sekolah-sekolah,akademi-akademi srta perguruan tinggi swata


Kemampuan Penunjang
1) Menyukai Biologi
2) Familiar dengan hewan
3) Tidak malas menghafal

nutrisi ruminansia

nutrisi ruminansia
oleh : chalik
Kondisi pakan yang baik terdiri dari :
- pH 6,5
- jenis pakan
- struktur pakan
- suhu 39 derajat Cellcius

tipe-tipe mikroba :
- bakteri =mencerna serat kasar, mencerna serata kasar sellulosa, hemisellulosa, dan lignin yang membentuk bakteri
- protozoa
- fungi (jamur)
- lipolitik

• peranan penting nutrisi air adalah
- sebagai pelarut
- sebagai media transportasi, masuknya unsur-unsur lain kedalam tubuh dan pengeluarannya dari sel-sel tubuh.
- Sebagai media tranportasi sisa metabolisme
- Sebagai pengatur temperatur

• asam yg bisa dicerna antara sellulosa dan hemisellulosa yaitu amilotik, selulotik, hemilolitik, pektinolitik.

• Absorpsi nutrien yang dibuttuhkan : protein, KH, Selulosa, Lemak, Laktosa, Selulosa.

• Absorpsi nitrien dipengaruhi oleh :
- Jenis pakan yg dikonsumsi (kasar/halus)
- Kualitas pakan
- Struktur pakan

• Pengukuran daya cerna konvensional terdiri dari 2 periode yaitu :
- Periode pendahuluan, yg berlangsung 7-10 hari dan pakan atau ransum diberikan paling sedikit 2 kali sehari.
- Periode koleksi, yg berlangsung 5-15 hari dan pada hewan monogastrik suatu indikator atau selama periode ini feses dikumpulkan

• Invitro
Lebih efisien (waktu, materi, tenaga, biaya)
A. Penentuan daya cerna secara invitro
- menggunakan tekhnik tilley (terrey 1963) yg hanya menirukan pencernaan pada rumen.
- Tilley dan terry menyarankan suhu 38-39 celcius dan pH 6,8-6,9.
- Dilakukan modifikasi oleh minson dan mclead dgn menggunakan sistem 2 tahap
- Sampel pakan yg akan digunakan digiling melalui semingan 1 nm
- Tabung fermentasi yg digunakan adalah tabung poly ethilen

B. Metode penelitian invitro pd ruminansia
- Tahap 1, dalam fermentasi selma 48 jam bertujuan untuk menirukan pencernaan dalam rumen
- Tahap 2 dgn menggunakan pepsin asam selama 24 jam bertujuan untuk menirukan pencernaan dalam rumen

• Daya Cerna Pada Ruminansia

- Diges tibility (daya cerna)
a. Bagian zat makanan yg tidak diekskresikan dalam feses
b. Biasanya dinyatakan dalam bahan kering
c. Bila dinyatak dalam persentase disebut koefisien cerna

- Proses pencernaan pada ruminansia
a. Mekanik (mulut)
b. Fermentatip (enzim mikroorganisme)
c. Hidrolisis (enzim-enzim pencernaan induk semang)

- Pakan ruminansia terdiri dari
a. Hijauan (bulky, serat kasar tinggi, kecernaannya rendah.

- Faktor-faktor yg mempengaruhi ddaya cerna :
a. Suhu
b. Komposisi pakan (serat kasar/ligin, lemak, protein)
c. Komposisi ransum (adanya efek asosiasi, perlu ada keserasian zat-zat makanan dr stiap pakan.
d. Penyiapan pakan (fisik, kimiawi/NaOH, biologis/fermentasi)
e. Jumlah pakan (jumlah pakan yg dikonsumsi sedikit lebih rendah dari kebutuhan pokok meningkatkan daya cerna, bila diberikan jumlah ransum 2 kali dari kebutuhan pokok menurunkan daya cerna.

- Pencernaan dibagi atas tiga (in vivo, In vitro, In Sacco)
a. In vivo
A. Konvensional (koleksi total)=konsumsinya berapa per hari, feses berapa per hari
B. Tujuan utama beternak yaitu ; ternak dapat memupuk, lebih hemat, sbgai bhn hidup.

• Fungsi saluran pencernaan :
1. Melindungi tubuh dari infeksi mikrobia
2. Menyalurkan makanan yg ditelan
3. Melarutkan atau merombak makanan melalui mekanis, hidrolisis atau enzimatis dan fermentatif
4. Menyerap serat makanan dan mengeluarkan bahan yg tdk dicerna.

• Fungsi dari rumen, retikulum, omasum dan obamasum :
1. Sebagai alat mekanis
2. Penghasil bakteri pencerna serat kasar
3. Penghasil protein dan asam amino esensial
4. Mensintesis vit B

• Fungsi rumen
1. Sebagai tempat penampungan makanan yg dikonsumsi untuk sementara waktu

• Pemecahan pakan terhadap mikroba menghasilkan :
1. Asam-asam lemak
2. Amoniak
3. Glukosa

• Bentuk retikulum = seperti sarang lebah.perut jala, terjadi fermentasi bahan pakan dan sebagai sumber protein mikrobia
• Bentuk omasum=buku-buku/perut buku yg berfungsi untuk menggiling makanan dan menyerap sebagian besar air
• Bentuk obamasum=dimana sebagai tempat hasil pencenaan dr 3 yaitu rumen retikulum omasum dan juga diserap dari obamasum
• In Sacco= teknik kantong kolon yg disiku basikan kedalam rumen, tekhnik ini memberikan gambaran bagaimana proses suatu pakan didegradasikan dan difermentasikan oleh mikroba rumen.

• Hasil evaluasi pakan dengan tekhnik in Sacco dipengaruhi oleh :
1. Karakteristik pakan
2. Posisi kanting nilon dalam rumen
3. Porosihis kantong
4. Ukuran partikel sampel pakan yg akan diukur.
5. Perbandingan jauh sampel dengan luas permukaan kantong

Beberapa kesalahan data daya cerna:
Zat makanan yg tdk ada dalam feses telah dicerna dan diabsorpsi

Tetepi kenyataannya tidak karena zat-zat makanan hilang dalam bentk gas melalui eruktasi (tdk absorpsi)

Merupakan daya cerna yg sesungguhnya

N.Endagenaous dari enzim-enzim pencerna mikroba rumen atau dinding sel saluran pencernaan jauh keluar bersama feses

Menurun daya cerna yg sesungguhnya yaitu daya cerna protein

• Koefisien cerna sebenarnya =(zat makanan yg dikonsumsi)-(zatmakanan metabolis)/(zat makanan yg dikonsumsi)X 100%
• Waktu referensi pakan dalam saluran pencernaan
1. Ruminansia mempunyai kapasitas lambung yg sangat besar
2. Tetapi jumlah ya dapat dimakan terbatas oleh kecepatan pencernaan dan sisa makanan yg dapat dikeluarkan
• Kecepatan pengeluaran makanan dari zat makanan dipengaruhi oleh :
1. Absorpsi dari bahan pakan yg dapat dicerna
2. Kecepatan aliran bahan-bahan yg tdk dpt dicerna melalui usus.

mikroba dalam rumen ruminansia

miKroBa daLam RumEn SaPi
oleh : chalik

Sistem Pencernaan Ruminansia

Pencernaan adalah rangkaian proses perubahan fisik dan kimia yangdialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan. Prosespencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleksdibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya.
Perut ternak ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perutjala), rumen (perut beludru), omasum (perut bulu), dan abomasum (perut sejati).Dalam studi fisiologi ternak ruminasia, rumen dan retikulum sering dipandangsebagai organ tunggal dengan sebutan retikulorumen. Omasum disebut sebagaiperut buku karena tersusun dari lipatan sebanyak sekitar 100 lembar. Fungsiomasum belum terungkap dengan jelas, tetapi pada organ tersebut terjadipenyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Pada organ inidilaporkan juga menghasilkan amonia dan mungkin asam lemak terbang(Frances dan Siddon, 1993). Termasuk organ pencernaan bagian belakanglambung adalah sekum, kolon dan rektum. Pada pencernaan bagian belakangtersebut juga terjadi aktivitas fermentasi. Namun belum banyak informasi yangterungkap tentang peranan fermentasi pada organ tersebut, yang terletak setelahorgan penyerapan utama. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapatterjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secarahidrolis oleh enzim-enzim pencernaan.
Pada sistem pencernaan ternak ruminasia terdapat suatu proses yangdisebut memamah biak (ruminasi). Pakan berserat (hijauan) yang dimakanditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat, pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi),untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali(proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzimmikroba rumen. Kontraksi retikulorumen yang terkoordinasi dalam rangkaianproses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi danpenyerapan nutrien. Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice(Tilman et al. 1982).
Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya.Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa danfungi (Czerkawski, 1986). Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangatbermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding seltanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen.
Bakteri rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yangdigunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya.Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudahdilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkanoleh Hungate (1966) adalah :
a. bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens),
b. bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisolvens,Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp),
c. bakteri pencerna pati(Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica,
d. bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus),
e. bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis).
Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holotrichsyang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yangfermentabel, sedangkan Oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutumumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna (Arora, 1989).



PERAN MIKROBA RUMEN PADA TERNAK RUMINANSIA
Adanya mikroba dan aktifitas fermentasi di dalam rumen merupakan salah satu karakteristik yang membedakan sistem pencernaan ternak ruminansia dengan ternak lain. Mikroba tersebut sangat berperan dalam mendegradasi pakan yang masuk ke dalam rumen menjadi produk-produk sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh mikroba maupun induk semang dimana aktifitas mikroba tersebut sangat tergantung pada ketersediaan nitrogen dan energi (Yan Offer dan Robert 1996). Kelompok utama mikroba yang berperan dalam pencernaan tersebut terdiri dari bakteri, protozoa dan jamur yang jumlah dan komposisinya bervariasi tergantung pada pakan yang dikonsumsi ternak (Preston dan Leng 1987).
Mikroba rumen membantu ternak ruminansia dalam mencerna pakan yang mengandung serat tinggi menjadi asam lemak terbang (Volatile Fatty Acids = VFA’s) yaitu asam asetat, asam propionat, asam butirat, asam valerat serta asam isobutirat dan asam isovalerat. VFA’s diserap melalui dinding rumen dan dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh ternak. Sedangkan produk metabolis yang tidak dimanfaatkan oleh ternak yang pada umumnya berupa gas akan dikeluarkan dari rumen melalui proses eruktasi (Barry, Thomson dan Amstrong 1977). Namun yang lebih penting ialah mikroba rumen itu sendiri, karena biomas mikroba yang meninggalkan rumen merupakan pasokan protein bagi ternak ruminansia. Sauvant, Dijkstra dan Mertens (1995) menyebutkan bahwa 2/3 – 3/4 bagian dari protein yang diabsorbsi oleh ternak ruminansia berasal dari protein mikroba.
Kualitas pakan yang rendah seperti yang umum terjadi di daerah tropis menyebabkan kebutuhan protein untuk ternak ruminansia sebagian besar dipasok oleh protein mikroba rumen. Soetanto (1994) menyebutkan hampir sekitar 70 % kebutuhan protein dapat dicukupi oleh mikroba rumen. Namun Orskov, Hughes-Jones dan McDonald (1981) menyatakan bahwa untuk memperoleh hasil produksi yang tinggi, khususnya pada fase fisiologi tertentu, misalnya pada masa pertumbuhan awal, bunting dan awal laktasi, pasok protein mikroba belum mencukupi kebutuhan ternak, sehingga ternak memerlukan tambahan pasok protein dari pakan yang lolos fermentasi di dalam rumen.
Produk akhir fermentasi protein akan digunakan untuk pertumbuhan mikroba itu sendiri dan digunakan untuk mensintesis protein sel mikroba rumen sebagai pasok utama protein bagi ternak ruminansia. Menurut Arora (1989) sekitar 47 sampai 71 persen dari nitrogen yang ada di dalam rumen berada dalam bentuk protein mikroba.

AYAM KAMPOENG

Ternak ayam kampong
OLEH : CHALIK
Dibanding ayam arab, produktivitas ayam kampung memang kalah jauh (ayam arab 70%, kampung 40%).
Namun ayam kampung mempunyai kelebihan karena tidak mengenal penyusutan investasi. Misal, harga modal Rp 18.000/ ekor (usia produktif), maka jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), nilai jualnya masih tinggi, mengikuti harga standar ayam kampung indukan.
Untuk ayam arab, jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), hanya dihargai 30% dari harga beli, atau sekitar Rp 12.500/ekor.

Tata laksana pemeliharaan ayam kampung:

I. Makanan: Per hari untuk 200 ekor (pemeliharaan efektif)
1. Katul 16 kg (150 ons = per ayam 0,75 ons) = Rp 16.000.
2. Sayuran + cacahan bekicot/wedhel ikan/ikan buangan (plus obat/vitamin) = Rp 7.500 (bisa dicarikan alternatif pakan lainnya).
——————–Jumlah biaya per hari Rp 23.500

II. Hasil: Produktivitas 40%, maka per hari hasilkan = 80 butir. Harga jual per butir Rp 550 (harga jual di bakul; kalau dipasarkan sendiri ke konsumen langsung bisa mencapai Rp 650/butir)
——————- Jumlah hasil total per hari = 80 x Rp 550 = Rp 44.000
Hasil per hari = Rp 44.000 – Rp 23.500 = Rp 20.500

Kandang:
Untuk ayam 200 ekor diperlukan 4 blok kandang yang dibuat los. Masing-masing blok berukuran 2,5 x 4 m terdiri dari ruang semi-tertutup (bisa ditutup rapat bagian depan dengan plastik goni/kain dsb).
Ruang semi-tertutup ini diperlukan untuk tempat bertelor dan tidur ayam.
Di samping itu diperlukan arena umbaran dengan luas 10 x 8 m (80 m2). Luas 80m2 itu meliputi juga kandang semi tertutup yang ada di dalam lingkar arena umbaran.
Pada kandang semi tertutup digunakan lantai tanah dengan ditebari kapur (untuk pemanas ruang dan membunuh bakteri/jamur, dan mencegah bubul).
Di dalam kandang tersebut, dipasang bambu seperti tangga besar, tempat ayam tidur dengan cara nangkring. Pada salah satu sisinya, dipasangi kotak panjang besar yang di dalamnya diberi sekam, tempat ayam bertelor.
Untuk keamanan: Batas arena umbaran dan lingkungan luar dibuat pagar permanen dari pasangan batako setinggi 3,5 m. Kemudian diberi pintu yang bisa dikunci rapat.
Dampak lingkungan:
Kotoran ayam kampung relatif tidak berbau, apalagi di dalam kandang ditebari kapur yang membuat kotoran ayam relatif cepat kering.
Suara ayam relatif tidak berisik.

NAFSU MAKAN DAN PALATABILITAS TERNAK

NAFSU MAKAN DAN PALATABILITAS TERNAK
OLEH : CHALIK
1.Defenisi Konsumsi
-Tingkat konsumsi (Voluntary Feed Intake/VFI) adalah jumlah makanan yang terkonsumsi oleh hewan bila bahan makanan tersebut diberikan secara ad libitum
-Tingkat konsumsi ini menggambarkan palatabilitas
-Konsumsi Potensi (P) adalah jumlah makanan yang dapat dimakan bila jumlah pemberian makanan dengan tingkat kecernaan tertentu dan minimal 0.8 bagian yang dapat diseleksi
-Tingkat konsumsi sebenarnya adalah bagian dari konsumsi potensi (P) yang dapat ditentukan oleh sifat fisik atau kimiawi dari makanan.
-Selera adalah sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar.
-Ternak akan berusaha mengatasi kondisi lapar dengan cara mengkonsumsi pakan.

2. Secara umum penyaringan tigkat konsumsi ada 3 tingkatan:Panca idera, Alat pencernaan, Metabolisme

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi
1.Hewannya
2.Makanan yang diberikan
3.Lingkungan hewan tersebut dipelihara

A. Faktor hewan
- Yang dimaksud faktor hewan adalah Permintaan fisiologi dari seekor hewan untuk hidup pokok dan produksi;
1. Bobot badan
-Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan.
-Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut.
-Hewan yang tidak gemuk lebih banyak makan dibanding dengan hewan yang gemuk pada bobot badan yang sama
-Tingkat konsumsi akan nyata menurun bersama dengan tingkat kedewasaan sapi bersangkutan
-Induk sapi yang sedang berlaktasi akan mempunyai konsumsi 35-50 persen lebih banyak dibanding dengan induk sapi kering-kandang pada bobot badan yang sama
2. Jenis Kelamin
- Sapi dara mempunyai konsumsi 3% lebih tinggi dibandingkan dengan 3 bangsa sapi kebiri bila diberi pakan sampai fase pertumbuhan yang sama
- Sapi dara yang diberi makan sampai mencapai fase finish (kadar lemak karkas) yang sama dapat mempunyai konsumsi 5% lebih tinggi dari pada sapi jantan.
3. Umur
Sapi umur satu tahun (yearling) dalam fase awal dari periode penggemukan mengkonsumsi rata-rata 10% lebih banyak dibanding anak sapi pada bobot badan dan kerangka yang sama
4. Genetik
Sapi tipe tertentu dapat berbeda nafsu makannya yang disebabkan oleh faktor genetik
5. Tipe
- Tipe perah mempunyai konsumsi bahan kering/Berat Badan Metabolis rata-rata lebih tinggi sebanyak 8% pada fase pertumbuhan yang sama dengan tipe pedaging
- Penurunan tingkat konsumsi oleh tingkat kegemukan pada tipe perah lebih cepat dibandingkan dengan tipe pedaging.
B. Faktor Makanan
1. Kecernaan
Semakin meningkatnya nilai nutrisi sutau ransum akan meningkatkan konsumsi energi total (Netto Energy) NE samapai mencapai koefisien cerna sekitar 70%
2. Kualitas/Komposisi Bahan Pakan
Terpenuhinya kebutuhan mikroba rumen untuk menjalankan fungsinya yang normal dapat meningkatkan konsumsi pakan
3. Sifat Mengisi/Bulky dari Bahan Pakan
4. Produksi Asam Lemak Rantai Pendek (Volatile Fatty Acid)
-Asetat dalam level normal (fisiologis) menekan tingkat konsumsi
-Propionat dan butirat dalam level yang tinggi atau nonfisiologis menekan konsumsi
-Pengaruh asetat akan lebih besar pada pemberian ransum berkualitas rendah
-Propionat dapat merangsang tingkat konsumsi dengan level pemberian yang rendah bila ruminan diberi ransum berkualitas rendah.
5. pH
-Menginfuskan asam anorganik ke dalam rumen untuk menurunkan pH rumen dapat menekan tingkat konsumsi
-Penggunaan Na-bikarbonat dan karbonat atau Ca(OH)2 yang dapat meningkatkan pH rumen
C. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang berpengaruh langsung:
1. Temperatur
-Tempertur yang tinggi menurungkan tingkat konsumsi
-Temperatur dibawah optimun dari temperatur tubuhnya akan menurunkan efesiensi penggunaan pakan.
2. Kelembaban
Kelembaban udara yang meningkat akan menurunkan tingkat konsumsi pakan
3. Sinar Matahari

Faktor lingkungan yang berpengaruh tidak langsung:
1. Pengaruh cuaca terhadap kadar air bahan makanan
-Kadar air bahan makanan hijauan yang tumbuh dalam keadaan banyak hujan dan kelembaban yang tinggi akan lebib banyak mengandung air.
-Tingkat konsumsi bahan kering akan menurun pada musim hujan dan lebih tinggi pada musim kemarau
2. Pengaruh cuaca terhadap zat-zat makanan
Hijauan lebih nutrisious pada musim hujan dibanding musim kemarau



2. Konsumsi Pakan Serat
-Dinding sel (Neutral Ditergent Fiber atau NDF) adalah faktor utama yang mempengaruhi tingkat konsumsi.
-Semakin banyak makanan yang tidak mudah dicerna dalam ransum, maka tingkat konsumsi akan banyak ditentukan oleh:
1. Laju digesta dalam rumen
2. Laju digesta dalam pencernaan yang lain
3. Distensi lambung/kapasitas lambung untuk diisi
4. Deposit lemak
5. Dan atau janin
-Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi setelah mencapai titik puncak adalah
1. Chemostatik
2. Thermostatic
-Hijauan tua mempunyai sifat yang sangat volumnis (bulky) sehingga lamban tercernakan dibanding dengan bagian tanaman yang tidak berserat
-Kenaikan tingkat serat akan menurunkan tingkat kecernaan, makan hewan akan mengkonsumsi lebih banyak
-Semakin voluminous suatu bahan makanan (erat hubungannya dengan kadar NDF), maka semakin cepat hewan itu merasa kenyang.



3. Konsumsi Konsentrat
-Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat.
-Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral).
-Kualitas konsentrat yang akan diberikan pada ternak tergantung kepada kualitas hijauan yang ditambahkan
-Kualitas konsentrat yang dibutuhkan ternak ruminansia untuk produksi daging tidak perlu setinggi kualitas konsentrat ternak ruminansia yang diperuntukan sebagai penghasil susu




4. Palatabilitas Ransum
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti:
- Penampakan,
-bau, rasa (hambar,asin, manis, pahit),
-tekstur dan temperaturnya.

-Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya.
-Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.
-Hewan akan merumput terus menerus pada hijauan yang disukai pada suatu padang penggembalaan walaupun jumlah hijauan tersebut kurang.
-Penciuman dapat menyebabkan ternak ruminansia untuk menolak suatu pakan sebelum mengkonsumsinya.
-Pastora yang berbau feses tidak akan disukai oleh ternak untuk merumput
-Ruminan besar (sapi dan kerbau) menggunkan jenis/bagian hijauan yang relatif lebih kasar
-Kambing lebih menyukai merambam (browsing) daun-daunan yang biasanya tidak disukai domba.

5. Konsumsi Energi dan hubungannnya dengan Daya Cerna
-Pakan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi (tidak banyak mengandung serat kasar banyak) mempunyai kecernaan yang tinggi
-Pakan berserat akan menurunkan tingkat kecernaan pakan, sehingga ternak akan mengkonsumsi pakan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energinya.

it's me

it's me
chalik in the bloger